Warga Pulau Kijang Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Dekat Jembatan Penunjang
KILASRIAU.com — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir memperbaiki jalan yang rusak, Ahad (22/6/25).
Pelaksanaan tersebut diprakarsai oleh Babinsa setempat, masyarakat secara swadaya melakukan perbaikan jalan yang rusak parah di sekitar Jembatan Penunjang Parit 2, yang merupakan akses penting menuju makam umum.
Perbaikan ini dilakukan menyusul banyaknya warga yang terjatuh akibat kondisi jalan yang sudah tidak layak dilintasi. Inisiatif muncul setelah Babinsa yang juga tergabung dalam grup WhatsApp masyarakat membuka daftar donasi.
- Dandim 0314/Inhil Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Batang Tuaka, Pastikan Progres Sesuai Target
- Polres Inhil Kebut Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Warga Rasakan Harapan Baru
- 39 Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat
- Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3 di Batang Tuaka Capai 20 Persen
- Masyarakat Muak Janji, Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Tembus ke Pasar Senin Tungkal Dibuka dengan Swadaya Warga
“Karena dah banyak laporan di jalan ini, kami mulai swadaya buat jalan dan turunan jembatan,” tulis @Margono dalam grup tersebut.
Respons cepat langsung datang dari anggota grup lain yang menyumbangkan dana, semen, hingga tenaga. Proses pengerjaan dilakukan langsung oleh warga dengan alat dan bahan seadanya, menunjukkan kuatnya rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Salah seorang warga, @Nahrawi, memberikan komentar, “Kalau pemerintah setempat ikut turun, ini selesai, komandan. Masyarakat Pulau Kijang sangat mudah digerakkan untuk kegiatan sosial.”
Ia juga menyindir perlunya kepekaan para pemimpin lokal terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Para yang merasa pimpinan, sudah ada belum kepeduliannya? Katakan saja sejujur-jujurnya,” tulisnya.
Dalam proses perbaikan yang berlangsung sepanjang hari Ahad, tampak kekompakan antara warga dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh masyarakat dan pemuda. Mereka bekerja bahu membahu menambal lubang jalan dengan material seadanya seperti pasir, batu, dan semen.
Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan kepedulian warga dapat menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan perhatian dari pihak berwenang. Salah satu komentar dalam grup menyebut, “Terima kasih kepada bapak dan ibu yang bersedia menyumbang, semoga menjadi shodaqoh jariyah kita bersama.”**

Tulis Komentar