Warga Pulau Kijang Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Dekat Jembatan Penunjang
KILASRIAU.com — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir memperbaiki jalan yang rusak, Ahad (22/6/25).
Pelaksanaan tersebut diprakarsai oleh Babinsa setempat, masyarakat secara swadaya melakukan perbaikan jalan yang rusak parah di sekitar Jembatan Penunjang Parit 2, yang merupakan akses penting menuju makam umum.
Perbaikan ini dilakukan menyusul banyaknya warga yang terjatuh akibat kondisi jalan yang sudah tidak layak dilintasi. Inisiatif muncul setelah Babinsa yang juga tergabung dalam grup WhatsApp masyarakat membuka daftar donasi.
- Cuaca Panas Tak Surutkan Langkah: Satgas TMMD dan Warga Bersatu Rampungkan Jalan Desa Kuala Lemang
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Genjot Semenisasi Jalan Hingga 810 Meter
- Membuka Isolasi Desa, Merajut Asa Warga: Progres Semenisasi Jalan TMMD Kodim Inhil Capai 726 Meter
- Siang dan Malam Terus Berjuang, Kodim 0314/Inhil Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
- Masyarakat Khawatir Proyek Jalan Ruas Sanglar-Kotabaru Kembali Mangkrak, Ini Tanggapan Pemerintah Daerah
“Karena dah banyak laporan di jalan ini, kami mulai swadaya buat jalan dan turunan jembatan,” tulis @Margono dalam grup tersebut.
Respons cepat langsung datang dari anggota grup lain yang menyumbangkan dana, semen, hingga tenaga. Proses pengerjaan dilakukan langsung oleh warga dengan alat dan bahan seadanya, menunjukkan kuatnya rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Salah seorang warga, @Nahrawi, memberikan komentar, “Kalau pemerintah setempat ikut turun, ini selesai, komandan. Masyarakat Pulau Kijang sangat mudah digerakkan untuk kegiatan sosial.”
Ia juga menyindir perlunya kepekaan para pemimpin lokal terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Para yang merasa pimpinan, sudah ada belum kepeduliannya? Katakan saja sejujur-jujurnya,” tulisnya.
Dalam proses perbaikan yang berlangsung sepanjang hari Ahad, tampak kekompakan antara warga dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh masyarakat dan pemuda. Mereka bekerja bahu membahu menambal lubang jalan dengan material seadanya seperti pasir, batu, dan semen.
Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan kepedulian warga dapat menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan perhatian dari pihak berwenang. Salah satu komentar dalam grup menyebut, “Terima kasih kepada bapak dan ibu yang bersedia menyumbang, semoga menjadi shodaqoh jariyah kita bersama.”**

Tulis Komentar