Dihadapan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Haji Herman Paparkan Potensi Inhil
KILASRIAU.com, JAKARTA - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Haji Herman, memaparkan potensi kelautan dan perikanan Inhil kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI).
Pemaparan potensi Inhil itu disampaikan Haji Herman saat bertemu Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr Didit Herdiawan Ashaf, di Aula Kantor KKP.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid yang diikuti Bupati dan walikota se Riau pada Rabu (07/05/2025).
- Wabup Yuliantini Tinjau Open House Lelang Kendaraan Dinas Pemkab Inhil, Ajak Masyarakat Manfaatkan Kesempatan Secara Terbuka
- Kemnaker: Seleksi Wawancara Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Berlangsung Hingga 15 Juli 2026
- Wabup Inhil Tekankan Optimalisasi Verifikasi Data dalam Program BSPS, Demi Tersedianya Rumah Layak Huni untuk Masyarakat
- TP PKK Inhil Raih Penghargaan Nasional Imunisasi Zero Dose pada Puncak HKG PKK ke-54
- Buka Musda IV PKDP Inhil, Pemkab Dorong Peran Organisasi Perkuat Persatuan dan Dukung Pembangunan Daerah
Diawal pemaparanya, Bupati Inhil Haji Herman menjelaskan kondisi geografis wilayah pesisir Inhil yang memiliki panjang garis pantai 339,5 KM, pulau kecil 23 pulau, dan hutan mangrove sebanyak 131.541 hektare.
Menurut Haji Herman, wilayah pesisir Inhil belum semua terlaksana konservasi mangrove dengan maksimal namun sudah ada pengembang biakan kepiting bakau yang menjadi komoditi para nelayan.
"Terlepas dari itu semua kami akan terus berupaya melakukan konservasi mangrove, menjaga keseimbangan alam yang mengangkat nilai nilai aneka ragam hayati," kata Haji Herman.
Diungkapkan Haji Herman, permasalahan abrasi yang sering terjadi di daerah pesisir Inhil merupakan hal yang perlu di khawatirkan, karena sering terjadi abrasi mengakibatkan kebun kelapa masyarakat tenggelam.
"Disamping itu budidaya ikan air tawar, kerambah, kepiting dan udang juga Inhil miliki dan potensinya sangat besar untuk terus digali pengembangannya," terangnya.
Sebagian besar masyatakat nelayan di Inhil masih menggunakan peralatan tradisional untuk alat tangkap ikan.
"Di hadapan pak wamen kami minta agar Inhil diberi pengadaan KCI (Kalium Klorida) Material Perubahan Fase pada pendingin ikan dan untuk lahan yang terhubung ke laut sudah kami miliki dan siap untuk memfasilitasi." Tutupnya.

Tulis Komentar