Makin Banyak Narkoba Dikendalikan Napi, BNN : Lapas Perlu Dievaluasi Jika Bisa Direposisi
KILASRIAU.com - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BN) Arman Depari makin geram dengan ulah para pengedar dan bandar narkoba.
Sebab, akhir- akhir ini kasus bisnis haram tersebut banyak dikendalikan para tersang dari dalam lapas.
Terbaru, mulai dari 73,949 kg sabu dan 10.000 butir ekstasi dari Aceh, sabu dari Medan, hingga ganja 1,5 ton.
- Operasi Pasar Bea Cukai Gencar Berantas Miras dan Rokok Ilegal di Tangerang dan Karimun
- Polres Inhil Tertibkan Balap Liar di Jalan Telaga Biru Parit 8, 14 Sepeda Motor Diamankan
- Polda Riau Intensif Ungkap Kasus Perburuan Gajah di Pelalawan, 40 Saksi Telah Diperiksa
- Polres Inhil Ungkap Kasus Penganiayaan di Pasar Tembilahan, Satu Tersangka Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara PTDH, Tujuh Personel Resmi Diberhentikan
“Ada tiga yang kita tangani yang di Jakarta, Aceh, Medan. Ketiga kasus ini semuanya dikendalikan oleh napi,” ungkap Arman di BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (1/2).
Menurut Arman, di awal tahun 2019 ini, ada tiga kasus narkoba yang fokus ditangani pihaknya. Ketiga kasus tersebut semuanya dikendalikan oleh para napi.
Ada kasus narkoba sebanyak 100 kg narkoba yang dikendalikan Ramli, narapidana LP Tanjung Gusta, Medan.
Kemudian di Lab Basecamp Laboratory di Medan juga dikendalikan ACU, narapidana di LP Tanjung Gusta.
“Dan terbaru ganja 1,4 ton yang baru kita ungkap, itu juga dikendalikan oleh Suparman yang sedang menjalani masa hukuman di LP Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat,” bebernya.
Karena itu, pihaknya mengeluhkan pengamanan di dalam lapas. Sebab, percuma pihaknya pihaknya bekerja keras mengungkap narkoba. Namun, di balik itu, pengamanan di lapas masih nihil.
“Kita tiap hari kerjasama dengan lapas tapi kalau omong doang. Percuma kita tiap hari menangkap pelaku. Kalau dari dalam masih bisa dikendalikan. Perlu dievaluasi kalau bisa direposisi,” tuturnya.


Tulis Komentar