Saat Isi BBM, Supir Truk Dikeroyok di SPBU Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning
KILASRIAU.com, KEMUNING - Sopir truk tronton mengaku diintimidasi dan dianiaya oleh orang tak dikenal diduga preman, hingga mengalami memar bagian wajah dan leher.
Penganiayaan itu saat korban mengisi BBM di SPBU Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
"Kami semua sopir SJT dikeroyok oleh preman di SPBU Kelurahan Selensen," kata korban, Normal S, Jumat (25/4/2025).
- Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
- Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
- ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?
- Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat medsos facebook tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja Kec. Kateman
- Bea Cukai Aceh Gagaglkan Peredaran 356.480 Batang Roko IIegal Melalui Jasa Titipan
Normal S mengungkapkan, penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat, 25 April 2025 dini hari, sekira pukul 04.00 WIB, pelaku diperkirakan 10 orang lebih.
"Pelaku kurang lebih 10 orang. Saat itu antrian mau mengisi minyak," ungkapnya.
Atas penganiayaan itu, sebanyak 8 orang sopir truk tronton yang menjadi korban mengalami luka lebam dibagian kepala hingga leher.
Normal S mengatakan, peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Kemuning pada pukul 08.00 WIB pagi. Penyidik Polsek menyarankan ke korban untuk melakukan visum.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini, dan kami sudah visum di Puskesmas Kelurahan Selensen," terangnya.
Para korban meminta kepada Polsek Kemuning untuk mengungkap kasus penganiayaan yang dialaminya dan menangkap para pelaku premanisme itu.
"Kami mohon tangkap para pelaku," pintanya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan informasi resmi dari pihak Polsek Kemuning dan Polres Inhil mengenai peristiwa penganiyaan tersebut.

Tulis Komentar