Studi Banding Kades Inhil ke Lombok Dipertanyakan, Dinilai Tak Beri Dampak Nyata
KILASRIAU.com – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Riau, Muridi Susandi, mempertanyakan hasil studi banding sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilakukan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, setelah bertahun-tahun, tidak terlihat perubahan signifikan dalam pembangunan desa di Inhil pasca-kegiatan tersebut. Studi banding itu awalnya bertujuan meningkatkan wawasan terkait tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, sumber pendapatan asli desa, serta perencanaan pembangunan. Lombok dipilih karena dikenal memiliki salah satu desa terbaik di Indonesia.
Namun, Sandi menilai kegiatan tersebut lebih menyerupai liburan ketimbang studi yang bermanfaat.
- Gandeng Polres Inhil, GP Ansor dan Granat, PMII Rayon FIAI UNISI Adakan Seminar Bahaya Narkoba
- Pemda Indragiri Hilir Terapkan WFH Setiap Rabu, Bupati: Langkah Nyata Penghematan Energi
- Diskominfopers Inhil Percepat Penyempurnaan Portal SPMB, Dukung Layanan PPDB Terintegrasi 2026
- Jelang ke Tanah Suci, Bupati Inhil Gelar Prosesi Tepuk Tepung Tawar bagi ASN
- Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker Perkuat Sertifikasi Kompetensi dan Akses Kerja
"Kita lihat selama ini tidak ada perubahan signifikan terhadap pembangunan desa setelah studi banding itu. Saya menilai kegiatan tersebut lebih mirip liburan bersama keluarga daripada upaya nyata untuk pengembangan desa. Ini terkesan sebagai pemborosan Dana Desa," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika tidak ada dampak nyata dari studi banding tersebut, maka itu hanya menjadi pemborosan anggaran desa.
"Sebelumnya kami sudah menyoroti masalah ini dan mengingatkan agar studi banding ke Lombok tidak sekadar seremonial. Namun, kenyataannya hingga kini tidak ada perkembangan signifikan di desa-desa yang telah mengikutinya," tegasnya.

Tulis Komentar