Studi Banding Kades Inhil ke Lombok Dipertanyakan, Dinilai Tak Beri Dampak Nyata
KILASRIAU.com – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Riau, Muridi Susandi, mempertanyakan hasil studi banding sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilakukan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, setelah bertahun-tahun, tidak terlihat perubahan signifikan dalam pembangunan desa di Inhil pasca-kegiatan tersebut. Studi banding itu awalnya bertujuan meningkatkan wawasan terkait tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, sumber pendapatan asli desa, serta perencanaan pembangunan. Lombok dipilih karena dikenal memiliki salah satu desa terbaik di Indonesia.
Namun, Sandi menilai kegiatan tersebut lebih menyerupai liburan ketimbang studi yang bermanfaat.
- Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan BBPOM Aceh untuk Dorong UMKM Menembus Pasar Global
- Kajati Riau Kunjungi Inhil, Peletakan Batu Pertama Gedung Arsip dan Barang Bukti Kejari
- Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi
- Kunjungi Pabrik Sepatu di Serang, Wamenaker Tekankan Pelindungan Pekerja
- Jangkau Warga Kurang Mampu Lebih Cepat, Bupati Inhil Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos
"Kita lihat selama ini tidak ada perubahan signifikan terhadap pembangunan desa setelah studi banding itu. Saya menilai kegiatan tersebut lebih mirip liburan bersama keluarga daripada upaya nyata untuk pengembangan desa. Ini terkesan sebagai pemborosan Dana Desa," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika tidak ada dampak nyata dari studi banding tersebut, maka itu hanya menjadi pemborosan anggaran desa.
"Sebelumnya kami sudah menyoroti masalah ini dan mengingatkan agar studi banding ke Lombok tidak sekadar seremonial. Namun, kenyataannya hingga kini tidak ada perkembangan signifikan di desa-desa yang telah mengikutinya," tegasnya.
Baca juga informasi seputar Lombok lainnya di Lombok24.com.

Tulis Komentar