Studi Banding Kades Inhil ke Lombok Dipertanyakan, Dinilai Tak Beri Dampak Nyata
KILASRIAU.com – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Riau, Muridi Susandi, mempertanyakan hasil studi banding sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilakukan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, setelah bertahun-tahun, tidak terlihat perubahan signifikan dalam pembangunan desa di Inhil pasca-kegiatan tersebut. Studi banding itu awalnya bertujuan meningkatkan wawasan terkait tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, sumber pendapatan asli desa, serta perencanaan pembangunan. Lombok dipilih karena dikenal memiliki salah satu desa terbaik di Indonesia.
Namun, Sandi menilai kegiatan tersebut lebih menyerupai liburan ketimbang studi yang bermanfaat.
- Sekda Inhil Ingatkan ASN Perkuat Disiplin, Matangkan Persiapan Pembangunan 2027
- Pemerintah Lanjutkan Program Magang dan Vokasi pada Semester II Tahun 2026
- Kemnaker–Pertamina Jalin Kolaborasi Pengembangan SDM dan Pelatihan Vokasi K3
- Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru
- Kemnaker akan Gelar Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2
"Kita lihat selama ini tidak ada perubahan signifikan terhadap pembangunan desa setelah studi banding itu. Saya menilai kegiatan tersebut lebih mirip liburan bersama keluarga daripada upaya nyata untuk pengembangan desa. Ini terkesan sebagai pemborosan Dana Desa," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika tidak ada dampak nyata dari studi banding tersebut, maka itu hanya menjadi pemborosan anggaran desa.
"Sebelumnya kami sudah menyoroti masalah ini dan mengingatkan agar studi banding ke Lombok tidak sekadar seremonial. Namun, kenyataannya hingga kini tidak ada perkembangan signifikan di desa-desa yang telah mengikutinya," tegasnya.

Tulis Komentar