Dugaan "Pilih Kasih" dalam Pembayaran Proyek: Ini Penjelasan Pejabat Terkait
KILASRIAU.com – Dugaan adanya "pilih kasih" dalam pembayaran proyek di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mencuat ke permukaan. Isu ini disampaikan oleh salah satu rekanan kontraktor yang enggan disebutkan namanya.
Kontraktor tersebut menjelaskan bahwa tunda bayar proyek sebenarnya hal yang wajar, terutama saat terjadi defisit anggaran. Namun, pelaksanaannya di lapangan justru menimbulkan pertanyaan besar.
"Ada pekerjaan yang kontraknya selesai lebih awal, tetapi belum diterbitkan Surat Perintah Membayar (SPM). Sementara itu, pekerjaan lain yang kontraknya baru selesai justru langsung dibayarkan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu dalam proses pembayaran," ujarnya.
- Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Pelabuhan
- Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tebar Kebaikan di Ramadhan 1447 H, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
- Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Ketua TP-PKK Inhil Ikuti Forum Nasional Prasara–Vistara
- Selamatkan Satwa Dilindungi, YIARI dan OIC Apresiasi Dedikasi dan Kinerja Bea Cukai Langsa
- Kepemimpinan Baru Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi ke Polres, Kejari, dan Denpom
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perkim Inhil, Yusnaldi ST, MM, memberikan penjelasan terkait isu tersebut. Dalam keterangannya pada Rabu, 1 Januari 2025, pukul 22.24 WIB, Yusnaldi menyatakan:
"SPM kami terbitkan semua, tetapi untuk penerbitan SP2D merupakan kewenangan BKAD. Untuk data tunda bayar, kami akan cek kembali karena realisasinya baru kami terima pada awal tahun 2025."
Yusnaldi juga menjelaskan bahwa pada tahun 2024, kondisi keuangan Pemda Inhil mengalami defisit, sehingga tunda bayar tidak hanya terjadi di Dinas Perkim, tetapi kemungkinan juga di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan atas isu yang berkembang, meskipun publik masih menantikan langkah konkret untuk memastikan proses pembayaran berjalan secara adil dan transparan.**


Tulis Komentar