Seorang Murid SD di Pekanbaru Tewas Tenggelam Saat Hiking Pramuka
KILASRIAU.com - Jul Leo Hendra Syahputra (11), seorang pelajar SDN 166 Pekanbaru, tewas tenggelam di Parit Belanda anak Sungai Siak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Jumat (25/1/2019). Korban saat itu sedang melakukan hiking pramuka.
"Korban ditemukan setelah warga menyelam di lokasi tenggelamnya korban," ujar Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Buhdia Dianda, pada wartawan, Jumat.
Dia mengatakan, korban awalnya melaksanakan hiking pramuka bersama puluhan murid lainnya di bawah Jembatan Siak IV, yang dipandu seorang guru olahraga bernama Abu Nazar (52).
- MBG Dapur 1 Capai 2.350 Penerima Manfaat, Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto
- Kebakaran Hebat di Jalan Gunung Daek, Kafe dan Rumah Warga Hangus Dilalap Api
- Insiden Lalu Lintas di Keritang, Pasangan Lansia dan Pedagang Tahu Alami Luka
- Pemkab Inhil Berduka, Malam Ini Kebakaran Landa Gedung Kantor Bupati
- Update: Ledakan Pipa Gas PT TGI di Inhil 10 Orang Terluka
Setibanya di kawasan Parit Belanda, para murid meminta izin kepada gurunya untuk mandi.
"Gurunya sempat melarang muridnya mandi, karena arus sungai cukup deras. Namun, sebagian murid tetap bermain di pinggir parit tersebut," ujar Budhia.
Setelah itu, lanjut dia, para murid dikumpulkan oleh gurunya untuk melanjutkan perjalanan hiking. Namun, salah satu murid dilaporkan hilang.
Salah satu murid, Aldi Yandra (12), sempat melihat korban berenang mengarah ke tengah aliran Parit Belanda yang deras, lalu tenggelam.
"Saksi Abu Nazar (guru) langsung terjun ke parit mencari korban, namun tidak ditemukan. Kemudian, saksi menghitung muridnya, ternyata memang kurang satu orang, yakni Jul Leo," sebut Budhia.
Saksi yang merasa panik langsung menghubungi petugas Polsek Rumbai Pesisir. Petugas menuju ke lokasi sambil koordinasi dengan tim SAR Pekanbaru.
"Sebelum tim SAR datang, cukup banyak warga dengan sukarela menyelam mencari korban. Tak lama kemudian, jasad korban berhasil ditemukan," kata Budhia.
Petugas, tambah dia, mengevakuasi jenazah korban ke klinik terdekat untuk dilakukan autopsi.
"Berdasarkan keterangan dari saksi (Abu Nazar), korban adalah murid pindahan dan belum tergabung dalam keanggotaan pramuka," ujar Budhia.


Tulis Komentar