Pemerintah Diminta Benahi Masalah Hulu Komoditas Industri Garam
Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman menuturkan, salah satunya dengan meningkatkan keterampilan produksi para petani garam.
Dikatakan, impor garam tidak lepas dari belum mampunya para petani garam lokal untuk memenuhi kebutuhan industri.
- Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
- THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Perkuat Kolaborasi, Bea Cukai Malang Dorong Potensi Ekspor UMKM
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
Tidak hanya itu, harga garam lokal relatif lebih mahal daripada garam impor dan kualitasnya masih berada di bawah garam impor.
Sedangkan, garam industri harus memenuhi ketentuan tertentu yang dibutuhkan industri.
“Dengan adanya peningkatan kapasitas petani, diharapkan ke depannya hasil produksi garam lokal juga bisa dipakai memenuhi kebutuhan industri sehingga pasar mereka semakin luas dan tidak hanya untuk garam konsumsi saja,” terangnya, dilansir JawaPos.
Kegiatan-kegiatan yang dimaksud antara lain mengenalkan teknologi bercocok tanam secara teori maupun praktek, pelibatan iptek dan membuka kesempatan kepada para petani untuk belajar langsung ke negara-negara produsen garam besar di dunia.
Selain itu, pemerintah juga seharusnya bisa memaksimalkan peran penyuluh pertanian supaya mereka bisa memberikan pendampingan kepada para petani.
Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, kebutuhan garam industri untuk 2018 berjumlah sekitar 3,7 juta ton.
Lanjut Ilham, jumlah kebutuhan ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatnya industrialisasi.
Seharusnya potensi peningkatan pendapatan petani melalui garam industri bisa segera ditanggapi secepat mungkin. Memperluas lahan tambak garam tidak akan sepenuhnya efektif tanpa adanya peningkatan keterampilan produksi petaninya.

Tulis Komentar