Pemdes Baung Rejo Jaya Pasang Baleho Realisasi Apbdes 2023
KILASRIAU.com - Sebagai bentuk transparansi kepada publik, Pemerintah Desa Baung Rejo Jaya memasang baliho realisasi Apbdes tahun 2023, Sabtu (30/12/23)
Dalam baliho tersebut, terlihat foto-foto kegiatan desa serta APBDes secara rinci mulai dari Pendapatan Bantuan Keuangan dari APBD Kabupaten Inhil, Dana Desa, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi, Alokasi Dana Desa, dan Bantuan Keuangan Provinsi.
Dari pembelanjaannya meliputi Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak.
- Data Perkebunan Kelapa Masyarakat yang Rusak Tidak Akurat, MOI Inhil: Warga Desa di Inhil Terancam tidak Mendapatkan Bantuan dari Pemerintah
- Kades Bayas Disorot dalam Sengketa Lahan, Janji ke Warga Belum Terbukti
- Sinergi Ketua DPRD Inhil, PLN, dan Pemdes, Jaringan Listrik Segera Dibangun di Desa Sialang Panjang
- Masuki Musim Kemarau, Lurah Tembilahan Kota Imbau Warga Waspada Bahaya Kebakaran
- Musrenbang Desa Wonosari Tahun Anggaran 2027 Digelar, Libatkan Unsur Pemerintahan dan Masyarakat
Pemasangan baliho ini bertujuan agar masyarakat mengetahui segala pengalokasian, penggunaan hingga rincian anggaran kegiatan yang telah direncanakan oleh Pemerintah Desa secara jujur dan transparan. Sehingga masyarakat bisa ikut memantau dan mengawasi secara langsung.
"Dengan dipasangkannya baliho ukuran kurang yang besar ini dengan supaya masyarakat tahu tentang anggaran yang akan digunakan,” kata kades Baung Rejo Jaya Ghufron
Lebih lanjut, Kades Baung Rejo Jaya Ghufron berharap dengan terpasangnya baliho tersebut dapat di lihat dan di baca oleh masayarakat. Supaya kedepannya tidak ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan program-program Desa.
"Oleh karena itu, saya meminta kepada BPD dan lembaga desa lainnya seperti Karang Taruna, LPMD, PKK dan sebagainya untuk membantu mengawasi APBDes sebagai kontrol sosial. Karena tang mengawasi APBDes bukan hanya masyarakat pada umumnya, tetapi melibatkan juga LKD (Lembaga Kesejahteraan Desa,” tuturnya.


Tulis Komentar