SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Gelar Matrikulasi Penyelenggaraan Jenazah
KILASRIAU.com - Merawat jenazah merupakan fardhu kifayah bagi umat muslim. Dengan hukum ini, sekiranya ada orang muslim meninggal dan sudah ada yang merawat jenazahnya, maka gugurlah kewajiban umat muslim yang lain.
Umumnya, merawat jenazah hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terbiasa. Ada banyak faktor yang mempengaruhi orang-orang untuk tidak terlibat mengurus jenazah, diantaranya karena kurang tahu caranya, takut atau memiliki trauma terhadap fenomena kematian.
Menyadari pentingnya pengetahuan akan penyelenggaraan jenazah, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru menggelar Matrikulasi Penyelenggaraan Jenazah untuk siswa kelas XII. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Paiman Sanen SAg MPdI menyebutkan, regenerasi dan pelatihan tata cara mengurus jenazah merupakan kebutuhan pokok yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim, termasuk siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru.
- Mahasiswa UNRI Minta Kasus Tewasnya Siswa MTsN Diusut Tuntas
- Tingkat Kualitas Pendidikan, Bupati Inhil Resmikan TK Negeri Pembina Kecamatan Concong
- Bupati Inhil Hadiri MoU & PKS UIN Suska Riau Dengan Kepala Daerah Se Prov. Riau Serta FGD Penempatan KKN Mahasiswa UIN Suska Riau
- Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Buat Pojok Baca dan Lakukan Rekapitulasi Pustaka di Perpustakaan Tuah Cemerlang
- Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Dampingi UMKM Kampung Tuah Indrapura Daftar Google Maps dan QRIS
"Matrikulasi penyelenggaraan jenazah inimerupakan penguatan untuk siswa kelas XII. Sehingga selepas menamatkan pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru nanti, mereka bisa melaksanakan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, mensalati dan menguburkan," ujar Paiman.
Diakui Paiman, sekarang ini ilmu mengurus jenazah menjadi salah satu hal yang sering terabaikan. Padahal ilmu tersebut sangat penting untuk diketahui oleh seorang muslim tatkala ada yang meninggal dunia.
"Pengurusan jenazah tidaklah sederhana, melainkan cukup kompleks yang meliputi proses memandikan, mengkafani, mensalati, mengantarkan hingga menguburkannya," paparnya.
Paiman berharap, pelatihan ini dapat mengedukasi siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru secara lebih luas. Sehingga, para siswa makin paham tentang bagaimana prosedur tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
"Pelatihan ini juga ditujukan untuk menciptakan kemandirian pada siswa selepas menamatkan pendidikan. Sehingga bila ada kerabatnya di lingkungannya yang meninggal, mereka bisa mengurusnya secara mandiri," kata Paiman.(yan)


Tulis Komentar