Melalui Bidang P2P, Dinkes Inhil Laksanakan Kegiatan DAK Non Fisik Yaitu Pengecekan Kesehatan di Puskesmas Batang Tumu
KILASRIAU.com - Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kegiatan DAK Non Fisik dari Kementrian dan IDI Kabupaten Inhil di Puskesmas Batang Tumu, Kecamatan Mandah.
Dimana kegiatan tersebut juga dilakukan monitoring langsuk oleh Kementrian Kesehatan sekaligus meninjau lokasi di wilayah tersebut.
Kabid P2P Devi Natalia mengatakan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ini bergerak dalam 2 tahap di Wilayah kerja UPT Puskesmas Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil, Riau.
- Tekan Risiko Stunting, Yuliantini dan Katerina Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Sungai Luar
- Ketua TP. PKK Tinjau Sibesti, Amati Terapi Motorik Balita Stunting dan Demo Masak Menu Bergizi
- dr. Ronny Lesmana, "Screening Bukan Akhir, Tapi Awal Menyelamatkan Masa Depan Anak"
- Kemnaker Bekali Penyandang Disabilitas Keterampilan Membuat Jus Sehat
- Peduli Kesehatan Masyarakat Disaat Bencana Karhutla, Peserta Didik Sespimen Polri Gelar Pengobatan Gratis Bersama Pemkab
"Alhamdulillah kegiatan kita kemarin, Sabtu (4/11/23) berjalan dengan lancar dan warga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Batang Tumu sangat antusias dalam mengikuti kegiatan kesempatan yang kita laksanakan bersama kementerian Kesehatan," kata Devi saat di hubungi via WhatsApp, Senin (6/11/23).

Lebih lanjut, Devi menyebutkan kegiatan bertujuan untuk mempermudah jangkauan pelayanan spesialistik ke Daerah terpencil dan ini merupakan langkah yang bagus karena respon dari masyarakat sayang baik.
"Jadi kita bersama IDI turun ke Wilker Batang Tumu, dengan tim dokter Spesialis. Memberikan pelayanan kesehatan. Dokter yang kita bawa adalah dokter spesialis penyakit Dalam, Mata, Syaraf, Anak, THT, dan Kandungan," paparnya.

Ia juga menambahkan, dari pemeriksaan tersebut ada beberapa macam penyakit yang di temukan beragam seperti gangguan mata, katarak, Ptergium, masalah syaraf, kalau anak-anak ada kasus stunting, obesitas, batuk pilek, dan lainnya.
"Di tahap 1 ada sejumlah 320 pasien seluruhnya, yang kedua kemarin sekitar 200 pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Jadi mereka dilayani dokter spesialis, kemudian di berikan pengobatan juga. Untuk kasus yang sifata nya harus di rujuk, ya di buatkan rujukan ke rumah sakit agar dilakukan tindak lanjut, setelah itu kita pantau melalui puskesmas Batang Tumu kondisi dan perkembangan kesehatan pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik tersebut untuk kasus rujukan, akan dirujuk ke RSUD," jelasnya.

Terakhir, Kabid P2P Devi berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya di Batang Tumu selalu menjaga kesehatan lingkungan serta memperhatikan makanan. Karena saat ini penyakit sangat mudah menyerang apa lagi dengan cuaca yang selalu berubah-rubah membuat daya tahan tubuh menjadi melemah.
"Maka dari itu, kegiatan pelayanan kesehatan bergerak ini bukan sebagai kegiatan rutin setiap tahunnya. Jadi yang paling utama adalah masyarakat tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Guna mencegah timbulnya penyakit. Karena mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati," pesannya **

Tulis Komentar