Tingginya Kasus DBD, Dinkes Inhil Himbauan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan
KILASRIAU.com - Melihat kondisi cuaca yang selalu berubah-rubah membuat daya tahan tubuh menjadi melemah.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini kasus Demam Berdarah (DBD) meningkat dari bulan Januari-Oktober 115 kasus DBD selama 2023.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Inhil Rahmi melalui Devi Natalia Kabid p2p (pencegahan dan Pengendalian Penyakit) usai melaksanakan kegiatan sosialisasi.
- Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak
- Karhutla Mereda, Polda Riau Siapkan 260 Plang Cegah Kebakaran Berulang
- Dugaan Selisih 267 Hektare Lahan Eks PT Agro Sarimas, Media Purna Polri Pertanyakan Dasar Panen KSO Agrinas
- Tekan Angka Kecelakaan, Polres Inhil Fokuskan Operasi Patuh pada 10 Pelanggaran Lalu Lintas
- Jangan Berlindung di Balik Profesi Wartawan! Ketua PW-IWO Riau Tegaskan Anggota Terlibat Narkoba Bakal Ditindak

"Selama tahun 2023 dari Bulan Januari-Oktober ini kasus tertinggi itu bulan September ada 26 kasus DBD dan bulan Oktober 21 kasus DBD. Jadi 115 kasus ini terdiri dari 3 laki-laki dan 112 perempuan yang terpapar," ucapnya, Kamis (26/10/23).
Untuk itu, Kabid P2P Devi menambahkan bahwa melihat meningkatnya kasus DBD ini pihak Dinkes Inhil selalu melakukan Penyemprotan Poging di tempat-tempat yang bisa berkembangnya nyamuk.

"Maka dari pada itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan lingkungan serta memperhatikan gejala DBD. Karena DBD ini tidak memandang usia. Untuk itu, jika demam segera melakukan pengecekan di Puskesmas terdekat," imbuhnya. **

Tulis Komentar