Komunitas Belajar Kecamatan Rumbai Gelar Diskusi Kurikulum Merdeka
KILASRIAU.com - Komunitas Belajar (Kombel) Kecamatan Rumbai menggelar Diskusi Kurikulum Merdeka Belajar, Rabu (25/10/2023) di SMPN 6 Kota Pekanbaru. Pada diskusi untuk peningkatan kompetensi sekolah itu, Kombel Kecamatan Rumbai menghadirkan Wisherman MPd sebagai narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau.
"Komunitas belajar di Kecamatan Rumbai ini terdiri dari delapan sekolah, yakni SMPN 6, SMPN 15, SMPN 24, SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 30 dan SMPN 40 Pekanbaru. Kegiatan ini juga dihadiri dua pengawas pembina dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, yakni H Arnizul MPd dan Zukarnaini MPd," ujar Bendahara Kombel Kecamatan Rumbai, Hj Fitra Yulia Rozi MPd.
Rozi menjelaskan, komunitas belajar ini merupakan wadah bagi kepala sekolah untuk bertukar pikiran dalam upaya peningkatan kapasitas pendidikan, khususnya SMPN di Kecamatan Rumbai. Sehingga, melalui diskusi-diskusi ini, kepala sekolah bisa menerapkan berbagai program untuk kemajuan dan peningkatan kompetensi guru melalui komunitas belajar.
- Milad ke-18 UNISI, Momentum Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Daerah
- Soroti Video Viral Anak di Inhil, Ketua PW-IWO Riau Ingatkan Pentingnya Perlindungan Identitas Anak
- Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil
- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
- Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi
"Pada pertemuan kali ini, ada sejumlah topik yang dibahas oleh narasumber, mulai dari pembentukan komunitas belajar di sekolah, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) hingga Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)," sebut Rozi yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 6 Kota Pekanbaru.
Diakui Rozi, komunitas belajar harus dibentuk di sekolah sebagai wadah peningkatan kompetensi guru dan wadah belajar bersama karena pendidikan terus mengalami perkembangan. Belajar tidak hanya milik siswa tetapi juga gurunya.
"Di komunitas belajar, guru dapat berdiskusi menyelesaikan dan memecahkan berbagai persoalan pendidikan. Dan utamanya komunitas belajar bisa membawa perubahan bagi guru. Komunitas belajar menciptakan iklim positif berupa kolaborasi guru dengan rekan sejawat," terangnya.
Melalui komunitas ini, lanjut Rozi, para guru dan tenaga kependidikan diharapkan saling berbagi pengetahuan, keahlian, dan pengalaman sehingga menginspirasi rekan sejawat.
“Kegiatan Komunitas Belajar harus terus digerakkan. Ini merupakan sebuah media yang tepat untuk belajar bersama terlebih dengan berbagai dinamika perubahan yang terjadi di dunia pendidikan," ucap Rozi.

Tulis Komentar