Pemblokiran Jalan Dilakukan, Buntut Dari Kekecewaan Warga SPTI Qtas Pengusiran Tenaga Kerja Bongkar Muat Secara Sepihak
KILASRIAU.COM - Pemblokiran Jalan ini dilakukan, buntut dari kekecewaan Warga SPTI atas Pengusiran Tenaga Kerja bongkar muat secara Sepihak Meski sudah beberapa kali.
Mediasi menurut warga SPTI tidak ada kejelasan, Diterangkan hingga kini belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak yang bersengketa terkait kepastian jam kerja
Sapri selaku perwakilan dariwarga SPTI mengatakan, sampai sekarang tidak ada kejelasan yang pasti kepada warga setempat khususnya warga SPTI yang resmi secara
legalitas.
- Cegah Karhutla, Polsek Reteh Imbau Masyarakat Jaga Lahan dan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
- Polda Riau Gunakan X Fire dan Drone Tangani Karhutla Siak, Lima Titik Api Berhasil Dipadamkan
- Kebakaran Hebat Melanda Permukiman Warga di Jalan Budiman Tembilahan
- Mabes TNI Gelar Penyuluhan Bencana Krhutlah di Reteh, Ajak Masyarakat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
- KABUT ASAP MASIH ADA, SUPRAPTO INGATKAN KELOMPOK RENTAN
Belakangan ini kesannya pihak perusahaan seolah-olah bungkam tidak lagi mengacu dengan kebenaran yang sebenarnya. Supaya kami selaku pekerja buruh tidak merasa dizolimi, lantaran sampai saat ini sekalipun sudah dilakukan beberapakali mediasi tidak ada kesepakatan yang akurat.

Selanjutnya harapan kami selaku pekerja buruh yang tergabung dalam warga SPTI meminta kepada pemangku kebijakan-kebijakan dikabupatenTebo untuk turun langsung melihat dan menguji keabsahan atas legalitas yang ada
Lebih lanjut pembelokiran jalan dilakukan pada Senin tgl 30 Januari 2023, sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap supaya ada rasa keadilan.
"Jalan yang dilewati PT SMS sampai perkaranya berkekuatan hukum tetap, Supaya adanya rasa keadilan untuk sementara kami membloki jalan ini sampai ada putusan yang berkekuatan hukum" tutupnya.

Tulis Komentar