Cuaca Ekstrim Di Laut Natuna Utara.
KILASRIAU.com, NATUNA - Akhir tahun 2022 ini, cuaca sangat Ekstrim melanda laut Natuna Utara. Besar nya gelombang dan kencang nya angin dilaut Natuna Utara ini, membuat para nelayan enggan pergi melaut.
Joko salah satu nelayan Sedanau Natuna yang aktiv melaut saat diwawancara media ini mengatakan, di musim Utara ini kita harus betul-betul memperhitungan kan sewaktu hendak turun melaut mengingat keselamatan dan pompong yang kita miliki siap atau tidak menghadang gelombang yang besar dilaut Natuna Utara.
Apa lagi mengenai perongkosan yang tidak sedikit satu kali melaut saja harus mengeluarkan biaya 372.000 dalam satu kali melaut. Belum lagi kita terkadang harus putar haluan (balik belakang) dikarna kan tidak bisa menembus besar nya gelombang dan kencang nya angin, "kata Joko.
- Abrasi di Kelurahan Enok, Empat Rumah Warga Terdampak
- Abrasi di Dua Titik Kuala Enok, BPBD Inhil Evakuasi Warga dan Siagakan Tim di Lokasi
- Dua Remaja Tersengat Listrik di Tembilahan, PLN Soroti Pentingnya Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Tegangan Menengah
- Diduga Lalai, Pengemudi Mobil Putih Daihatsu Trios Lindas Tempat Sampah di Depan Kantor Media dan Tinggalkan Lokasi
- Polsek Tempuling Bersama Puskesmas Sei Salak Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Mumpa
"Lebih-lebih lagi, nelayan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna hampir rata-rata menggunakan pompong berukuran 1 GT sampai 2 GT. Namun, dengan terpaksa kami tetap pergi melaut walaupun cuaca Ekstrim seperti ini dikarna kan ini lah mata pencaharian kami sehari-hari, kalau tidak melaut tidak ada lagi mata pencaharian kami yang lain, "tutup Joko.

Tulis Komentar