Distankan Pekanbaru Gesa Vaksinasi PMK Hingga Idul Adha
Kilasriau.com, - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru menggesa vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi ternak sapi di Kota Pekanbaru. Saat ini, tercatat hampir 2.000 ternak sapi yang sudah mendapatkan vaksin tersebut.
Kepala Bidang Ternak Distankan Pekanbaru, Herlandria mengatakan vaksinasi ini dilakukan dalam rangka mencegah infeksi virus penyakit tersebut sebelum perayaan Idul Adha pada tahun mendatang. Menurutnya, persiapan suplai ternak sudah dilakukan jauh sebelum Idul Adha menjelang.
"Sejumlah hewan ternak, seperti sapi inikan kita sediakan mulai sekarang untuk persiapan Idul Adha mendatang. Termasuk kita berupaya mencegah masuknya virus dengan vaksinasi agar suplai daging tetap aman menjelang hari besar di Pekanbaru," ujar Kepala Bidang Peternakan Distankan Kota Pekanbaru, Herlandria, Kamis (22/12/22).
- Cek Kesehatan Personel Pos Pelayanan Pelabuhan, Pastikan Kesiapan Ops Ketupat 2026
- Polsek Tempuling Sediakan Cek Kesehatan Gratis di Pos Pelayanan Lebaran 2026 untuk Pemudik
- Dinkes Inhil Bantah Uang Terima Kasih Rp1,2 Juta di Puskesmas Iliran
- Pengangkutan Limbah Medis RSUD Raja Musa Rampung, dr Ronny Lesmana: Ini Bagian dari Tanggung Jawab Rumah Sakit Untuk Melindungi Masyarakat
- Ketua Komisi IV DPRD Inhil Geram Dugaan Pungli di Puskesmas Iliran, Minta Dinkes Bertindak
Distankan Pekanbaru juga terus melakukan pemeriksaan terhadap ternak-ternak yang ada di kelompok tani hingga ternak yang akan didatangkan dari luar daerah.
"Sampai hari ini tidak ada yang terpapar. Kita terus melakukan vaksinasi PMK agar sapi tetap terhindar dari penyakit itu, kita juga terbantu dari luar daerah yang melakukan vaksinasi itu," pungkasnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan sapi di Pekanbaru berkisar 8.000 ekor untuk perayaan Idul Adha. Oleh karenanya, selama stok vaksin tersedia, pihaknya akan terus melakukan vaksinasi.
"Selama ini setiap stok vaksin datang kita langsung vaksinasi ternak yang diajukan. Tetapi, walaupun belum vaksin, selama ternak itu sehat, tetap bisa diperjualbelikan dan dikonsumsi," pungkasnya.


Tulis Komentar