Tersangkut Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Wajar Irwan Nasir Dukung Jokowi
PEKANBARU, KILASRIAU.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, angkat bicara terkait sikap politik Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau, Irwan Nasir yang mendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di luar ketentuan partai.
Arief menuding dukungan yang diberikan Bupati Kepulauan Meranti itu tersebut karena adanya kasus hukum melilitnya.
"Ketua DPD PAN Riau Irwan Nasir ini kan ada tersangkut hukum yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi, yakni kasus-kasus korupsi pengadaan lahan Pelabuhan Dorak di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita sudah tahu tiga pejabat Kabupaten Kepulauan Meranti jadi tersangka oleh Kejaksaan. Karena itu wajar Irwan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf ya," kata Arief seperti dilansir dari laman cakaplah.com, Kamis (15/11/2018).
- Ikbal Sayuti Kembali Pimpin PPP Riau Periode 2025–2030, Terima SK Langsung dari Ketua Umum
- Bupati Inhil Resmi Buka PKP Kader Loyalitas DPC PKB
- DPC PDI Perjuangan Inhil Gelar Rapat Perdana Pengurus Periode 2025, Perkuat Soliditas dan Siapkan Program Kerakyatan
- Sekjen DDII Sambangi PPP Riau, Bahas Politik sebagai Jalan Pengabdian Umat
- Adakan Konferensi Cabang, Adinaputera Kembali Ditunjuk Menjadi Ketua DPC PDI-P Kabupaten Lingga Priode 2025-2030
Arief menambahkan bahwa tak hanya dia saja yang menuding hal tersebut, beberapa Lembaga yang concerns terhadap persoalan korupsi ikut angkat bicara.
"Malah minggu ini Komite Anti Korupsi Indonesia mau aksi ke Kejagung desak periksa Irwan," cakapnya lagi.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai partai yang sama-sama mengusung Prabowo-Sandi, Gerindra tak mempersoalkan ada kader PAN yang mengalihkan dukungan. Dia mengatakan kasus hukum yang diduga melibatkan Irwan akan tetap diusut jika Prabowo-Sandi yang akan memenangkan Pilpres 2019.
Arief menambahkan, masyarakat Kepulauan Meranti juga banyak menyampaikan aspirasi agar kasus yang diduga melibatkan Irwan diusut tuntas.
"Kita enggak butuh kok dukungan tokoh atau pejabat negara yang terindikasi terlibat kasus korupsi. Nah sekarang justru saya men-challenge Pak Jaksa Agung," cakapnya.


Tulis Komentar