Kaum Pekerja di Indonesia Rentan Diabetes, Ini Sebabnya Menurut Dokter
JAKARTA, KILASRIAU.com - Riset kesehatan dasar (Riskesdas) menunjukkan diabetes melitus di Indonesia naik dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen di 2018. Orang dewasa, khususnya kaum pekerja rentan mengalaminya.
"Sebenarnya, batasan dari kita resiko yang lebih besar umur di atas 40 tahun. Tetapi, fakta yang kita temui di klinik ternyata di bawah usia itu juga banyak," kata Dr dr Suharko Soebardi, SpPD-KEMD dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ditemui baru-baru ini.
dr Suharko Soebardi menjelaskan bahwa rutinitas para pekerja terutama yang bekerja dari pagi hingga malam membuat mereka cenderung melupakan hidup sehat seperti berolahraga dan juga makan-makanan dengan gizi yang berimbang. Kurang berolahraga dan kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan diabetes.
- Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
- Bupati Inhil Resmikan Jamban Sehat Percontohan di Ponpes Daarul Rahman, Perkuat PHBS dan Upaya Pencegahan Stunting
- Wabup Inhil Yuliantini Resmikan Poliklinik Stunting RSUD Puri Husada, Perkuat Sistem Rujukan dan Layanan Anak
- Katerina Susanti Perkuat Peran Posyandu dalam Mendukung Enam Bidang Pelayanan Dasar di Tempuling
- Wabup Yuliantini bersama Ketua PMI Hj. Katerina Susanti Tutup Diklatsar KSR PMI Angkatan I Tahun 2026
"Yang paling susah di Jakarta itu olahraga karena jalanan macet, pergi harus pagi dan pulang juga malam. Tapi, ini harus segera diantisipasi," ujar dr Suharko.
"Tetapi problemnya menurut kita adalah you dont have a time, tapi you dont want create a time untuk exercise. Hanya, untuk lingkungan sekarang belum bisa mengkondisikan orang untuk meng create waktu untuk menyisihkan buat olahraga," tambahnya.
Ia menyarankan agar kaum pekerja lebih banyak melakukan aktivitas fisik dan berolahraga agar dapat mengurangi risiko diabetes.

Tulis Komentar