Antisipasi DBD, Puskesmas Pulau Kijang Himbau Warga Serta Lakukan Fogging
KILASRIAU.com, - Mencegah terjangkit gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, melakukan penyemprotan fogging serta memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap DBD, Rabu (19/10).
Selaku Kepala Puskesmas Pulau Kijang, Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Misbahuddin, SKM mengungkapkan saat ini fakta di lapangan per bulan Oktober ini ada 3 kasus anak-anak dan orang dewasa yang terjangkit demam tinggi.
"Dari 3 kasus tersebut, satu di antaranya sudah sembuh dan Dua lagi di rawat di RSUD Tengku Sulung. Untuk itu kami informasikan kepada masyarakat agar tidak terjangkit DBD dan demam tinggi," katanya.
- Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
- Bupati Inhil Resmikan Jamban Sehat Percontohan di Ponpes Daarul Rahman, Perkuat PHBS dan Upaya Pencegahan Stunting
- Wabup Inhil Yuliantini Resmikan Poliklinik Stunting RSUD Puri Husada, Perkuat Sistem Rujukan dan Layanan Anak
- Katerina Susanti Perkuat Peran Posyandu dalam Mendukung Enam Bidang Pelayanan Dasar di Tempuling
- Wabup Yuliantini bersama Ketua PMI Hj. Katerina Susanti Tutup Diklatsar KSR PMI Angkatan I Tahun 2026
Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan demam anak terjadi ketika suhu tubuh pada anak melebihi batas normal, yaitu di atas 37,2 derajat Celsius, apabila pengukuran dilakukan dari ketiak dan 37,8 derajat Celsius saat diukur melalui mulut. Sementara jika pengukuran suhu dilakukan melalui dubur atau anus, dikatakan demam jika lebih dari 38 derajat Celsius. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal.
"Maka dari itulah, pada kebanyakan kasus, hal ini bukan kondisi berbahaya. Sebab, bisa jadi tanda bahwa tubuh anak sedang aktif melawan infeksi. Namun, demam pada anak juga bisa terjadi akibat penyakit serius yang tidak boleh disepelekan. Tidak semua pasien yang dirawat riwayat demamnya mirip DBD Pasien suspeck DBD itu berdasarkan hasil laboratorium, untuk nama nama itu laporan sama surveilans," jelasnya.
Lanjutnya, untuk tindakan yang dilakukan saat ini hanya fogging dan penyuluhan, untuk penyelikan epidemiologi (surveilans) dan tenaga promkes lagi mengikuti lastar di Bukit Tinggi.
"Untuk mengantisipasi ini semuanya kami memberikan fogging ke rumah-rumah warga. Sementara tenaga promkes sedang mengikuti lastar di Bukit Tinggi untuk pemberian Abate belum dilaksanakan, akan tetapi himbauan ditempat ibadah sudah kami layangkan secara tertulis untuk disampaikan kemasyarakatan melalui media suara," pungkasnya.

Tulis Komentar