Diduga 18 Siswa-siswi SD 005 Desa Pungkat Mengalami Keracunan, Ini Penjelasan Kepala Loka BPOM Inhil
KILASRIAU.com - Terkait peristiwa di SD 005 Desa Pungkat, yang dimana 18 siswa-siswi mengalami keracunan makanan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin 12 September 2022 dimana siswa siswi SD 005 Desa Pungkat, membeli jajanan di lingkungan sekolah. Namun tidak berselang lama belasan siswa siswi mengalami gejala mual-mual, pusing.
Dengan peristiwa tersebut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau bergerak cepat melakukan pemeriksaan serta melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
- Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
- Bupati Inhil Resmikan Jamban Sehat Percontohan di Ponpes Daarul Rahman, Perkuat PHBS dan Upaya Pencegahan Stunting
- Wabup Inhil Yuliantini Resmikan Poliklinik Stunting RSUD Puri Husada, Perkuat Sistem Rujukan dan Layanan Anak
- Katerina Susanti Perkuat Peran Posyandu dalam Mendukung Enam Bidang Pelayanan Dasar di Tempuling
- Wabup Yuliantini bersama Ketua PMI Hj. Katerina Susanti Tutup Diklatsar KSR PMI Angkatan I Tahun 2026
"Alhamdulillah kami dari tim BPOM Kabupaten Inhil telah terjun langsung ke lokasi peristiwa tersebut dan telah melakukan beberapa tindakan seperti melakukan Investigasi kepada siswa-siswi serta orang tua, mengambil sisa makanan yang telah dikonsumsi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut di laboratorium Balai BPOM Pekanbaru, Riau," jelas Kepala Loka BPOM Inhil Emi Amalia saat KILASRIAU.COM. melakukan konfirmasi via seluler, Selasa (13/9/22).
Dikesempatan itu juga Kepala Loka BPOM Inhil Emi Amalia menuturkan pihak telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil terkait dengan peristiwa yang terjadi di SD 005 Desa Pungkat.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. Untuk jajanan ini sendiri setelah dilakukan pemeriksaan sudah "di labeli" izin edar. Jadi untuk perkembangan selanjutnya kita tunggu hasil dari laboratorium. Karena proses ini akan memakan waktu yang lama sebab ini berbeda dengan pengecekan pada umumnya," ucapnya.
Terakhir Kepala Loka BPOM Inhil Emi Amalia mengajak kepada seluruh orang tua dan para guru untuk terus memantau anak-anak saat membeli makan serta memperhatikan kebersihannya agar kedepannya peristiwa ini tidak terjadi kembali.
"Kami juga telah memberikan himbauan serta mengajak kepada seluruh orang tua dan guru bersama-sama memantau anak-anak kita saat membeli jajana serta memperhatikan betul kebersihannya supaya kedepannya peristiwa ini tidak terjadi kembali," imbuhnya.

Tulis Komentar