Tak Terima Sering Dimarahi, Santri Ponpes Sumsel Diamankan Polisi Karena Menusuk Ustadznya
Kilasriau.com - Israfil Mushin (17) santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel ditangkap polisi karena menusuk ustaznya, Bambang Setiawan (29). Pelaku berbuat nekat karena tidak terima sering dimarahi.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Apromico mengatakan, kejadian penusukan yang dilakukan seorang santri kepada ustaznya tersebut terjadi saat korban sedang mengambil wudhu.
- Paripurna Milad Inhil Ke- 61, Bupati Herman Gelorakan Semangat Memajukan Inhil hingga Lintas Generasi
- DPRD Inhil Gelar Paripurna Istimewa Milad ke-61, Iwan Taruna: "Syukuri Anugerah, Bangkitkan Marwah"
- Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo
- ILC Adopsi Standar Internasional untuk Pekerja Platform, Menaker: Pelindungan dan Inovasi Harus Berjalan Bersama
- Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
"Waktu mau sholat Ashar, seperti biasa harus ambil wudhu. Korban tidak menyadari keberadaan tersangka di belakangnya yang langsung menusuk korban," ujar Apromico, Kamis (1/9/2022).
Dijelaskan Kasat Reskrim, tersangka menusukkan pisau yang biasa dibawanya saat memancing tersebut dan mengenai bagian punggung sebelah kanan korban sebanyak satu kali.
Kemudian, lanjut Apromico, tersangka menarik pisau tersebut dan mengenai bagian lengan kiri korban. Saat korban terjatuh tersangka hendak menusukan kembali pisau tersebut, tersangka cepat diamankan warga sekitar yang melihat.
"Saat ini tersangka sudah diamankan oleh Unit PPA Polres OKU Timur dan masih menjalani pemeriksaan, sedangkan korban masih dirawat di rumah sakit," katanya.

Tulis Komentar