Kecelakaan Maut Menabrak Pedagang, Dan Dua Siswa Yang Tewas
Kilasriau.com - Kecelakaan maut terjadi di depan SDN I Mandalasari Jalan Raya Rancasalak (arah Cijapati), Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/8/2022). Dua siswa SD Negeri I Mandalasari meninggal dunia akibat ditabrak angkutan pedesaan jurusan Kadungora-Rancasalak.
Angkutan pedesaan bernopol Z 1969 DM tersebut juga menabrak sejumlah siswa lain dan seorang pedagang keliling yang berada di depan sekolah.
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
- Polda Riau Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
- Aktivis Muda Kabupaten Pelalawan Tegas Dukung Kedudukan Polri Berada Dibawah Presiden
- Di Balik Tembok Rutan Medan, Karakter dan Harapan Kembali Dibangun
- Ketika Denda Belum Menjawab Rasa Keadilan Lingkungan
Total ada 7 siswa dan 1 pedagang yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan ini.
Kepala Polsek Kadungora Kompol Krisna Irawan mengatakan kecelakaan itu terjadi sekira pukul 09.30 WIB, saat jam istirahat sekolah.
Kecelakaan terjadi karena laju angkot yang dikemudikan Jajang Nurdin tersebut oleng ke kiri, ke arah sekumpulan anak sekolah yang sedang jajan di pinggir jalan pada jam istirahat.
"Terjadi kecelakaan dengan TKP Jalan Raya Rancasalak, Kampung Pesantren Hilir, Desa Mandalasari. Satu meninggal dunia di tempat, satu meninggal di rumah sakit," kata Kompol Krisna Irawan.
Dia menuturkan, 5 anak sekolah dan seorang pedagang yang selamat mengalami luka ringan dan luka berat. Para siswa yang menjadi korban merupakan siswa kelas 3 dan 4 di sekolah tersebut.
"Para korban luka berat dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut, sementara korban luka ringan mendapat perawatan di Klinik Nurhayati Kadungora," ujarnya.
Sopir angkutan pedesaan saat diamankan aparat kepolisian. Kepada petugas, sopir yang berdomisili di Kampung Cikaso RT 01 RW 16, Desa Rancasalak, ini mengaku kecelakaan itu terjadi karena ia mengantuk.
"Sudah ditangani Satlantas Polres Garut," ucap Kompol Krisna Irawan.
Video amatir pasca kecelakaan pun beredar luas melalui aplikasi perpesanan instan WhatsApp. Video tersebut menggambarkan situasi dramatis, yakni saat sejumlah siswa yang menjadi korban tergeletak di pinggir jalan.
Sejumlah warga mencoba mengevakuasi para korban dengan menggendong mereka. Salah satu siswa yang digendong tampak tak sadarkan diri dengan pakaian seragam yang telah berlumuran darah. Fani Ferdiansyah.

Tulis Komentar