Tol Suramadu: Dibangun Megawati, Diresmikan SBY, Digratiskan Jokowi
KILASRIAU.com - Jembatan Surabaya-Madura atau Tol Suramadu nampaknya memiliki cerita panjang mulai dari sebelum dibangun hingga sudah dioperasikan seperti sekarang.
Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden ke-6 Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 10 Juni 2009.
Jauh sebelum diresmikan, jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Madura ini telah digagas oleh Soekarno.
- Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan
- Indonesia dan Turki Sepakati Joint Action Plan 2026–2027: Wujudkan Pasar Kerja Inklusif hingga Berbagi Konsep ‘Model Factory’
- Pertahankan Opini WTP, Wamenaker Minta Jajaran Kemnaker Jaga Akuntabilitas
- Indonesia-Iran Bahas Penguatan Pelatihan Vokasi, Jaminan Sosial dan Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas
- Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital
Gagasan Soekarno ini lantas disikapi oleh Soeharto selagi menjadi pimpinan Indonesia, dan baru mulai dibangun oleh Megawati Soekarno Putri pada 20 Agustus 2003.
Setelah beroperasi sembilan tahun, Jembatan Suramadu akhirnya digratiskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran mendengar keluhan warga soal tingginya tarif.
Sehingga, Jembatan Suramadu ini bisa dikatakan digagas oleh Soekarno, disikapi oleh Soeharto dan dibangun oleh Megawati, diresmikan SBY, dan digratiskan Jokowi. Begitulah sejarah panjang dibangunnya Jembatan.
Jembatan Suramadu memiliki panjang 5.438 meter dengan biaya investasi sebesar Rp 2,82 triliun. Namun berdasarkan informasi berbagai sumber, ternyata biaya pembangunan Suramadu menjelang diresmikan penggunaannya oleh Presiden SBY mencapai sekitar Rp 4,5 triliun. Waktu pengerjaannya pun molor hingga 6 tahun.

Tulis Komentar