Tol Suramadu: Dibangun Megawati, Diresmikan SBY, Digratiskan Jokowi
KILASRIAU.com - Jembatan Surabaya-Madura atau Tol Suramadu nampaknya memiliki cerita panjang mulai dari sebelum dibangun hingga sudah dioperasikan seperti sekarang.
Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden ke-6 Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 10 Juni 2009.
Jauh sebelum diresmikan, jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Madura ini telah digagas oleh Soekarno.
- Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026
- Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
- Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya
- Diduga MBG di Tuah Madani Tak Layak, Siswa Terima Pisang Mentah, Layanan Pengaduan Bungkam
- Listrik Jakarta Berulangkali Padam, IWO: Dirut PLN Tak Kenal Budaya Mundur, Harus Dicopot dan Diperiksa!
Gagasan Soekarno ini lantas disikapi oleh Soeharto selagi menjadi pimpinan Indonesia, dan baru mulai dibangun oleh Megawati Soekarno Putri pada 20 Agustus 2003.
Setelah beroperasi sembilan tahun, Jembatan Suramadu akhirnya digratiskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran mendengar keluhan warga soal tingginya tarif.
Sehingga, Jembatan Suramadu ini bisa dikatakan digagas oleh Soekarno, disikapi oleh Soeharto dan dibangun oleh Megawati, diresmikan SBY, dan digratiskan Jokowi. Begitulah sejarah panjang dibangunnya Jembatan.
Jembatan Suramadu memiliki panjang 5.438 meter dengan biaya investasi sebesar Rp 2,82 triliun. Namun berdasarkan informasi berbagai sumber, ternyata biaya pembangunan Suramadu menjelang diresmikan penggunaannya oleh Presiden SBY mencapai sekitar Rp 4,5 triliun. Waktu pengerjaannya pun molor hingga 6 tahun.

Tulis Komentar