Saat Pesta Joget, Bentrok Antarwarga Pecah Dimaluku Tenggara
Kilasriau.com - Bentrok antarwarga pecah di Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Sabtu (23/7/2022). Bentrokan dipicu salah paham dua kelompok pemuda saat pesta joget.
Kapolres Maluku Tenggara AKBP Frans Duma mengatakan, bentrokan yang melibatkan warga Desa Ohoiren dan Desa Ohoidertutu Kecamatan Kei Kecil Barat itu menyebabkan seorang warga bernama Ignasius Balwo Renyaan tewas terkena sabetan parang.
- Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Dua Saksi Kader IMM Resmi Diperiksa: Tim Advokasi Desak Penyidik Kembangkan Bukti CCTV DPRD Riau dan Tuntut Langkah Progresif
- Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
- Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Resmi Berkolaborasi, PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Siapkan Pendampingan Hukum Pro Bono
Frans mengungkapkan, kedua warga desa itu bentrok dipicu salah paham dua kelompok pemuda dari kedua desa saat acara pesta joget di hajatan kawinan di Desa Ohoi Somlain.
"Pemicunya itu salah paham saat pesta joget lalu terjadi keributan pada Pukul 02.30 WIT," kata Frans saat saat dihubungi dari Ambon via telepon seluler, Sabtu.
Dia menjelaskan, saat keributan terjadi, kedua kelompok pemuda meminta bantuan dari desanya masing-masing. Saat itu massa yang datang ikut membawa parang dan senjata tajam lainnya.
Saat tiba di lokasi kejadian, mereka saling menyerang sehingga bentrokan tidak dapat dihindari.
"Mereka yang terlibat perkelahian ini memamggil massa dari desanya lalu bentrok terjadi sehingga satu warga bernama Ignasius Balwo Renyaan meninggal karena dipotong," ungkapnya.
Selain korban tewas, beberapa warga memgalami luka memar hingga giginya goyang.
Hingga Pukul 09.12 WIT, massa dari Desa Ohoidertutu mendatangi Desa Ohoiren untuk mencari pelaku yang membunuh korban.
Saat itulah konsentrasi massa kembali terjadi. Beruntung polisi yang sudah berada di lokasi segera menyekat kedua massa yang kembali bersitegang dan bersiap saling serang.
"Saya tiba di TKP itu sekitar Pukul 11.00 WIT dan kita kemudian menenangkan kedua kelompok warga," ujarnya.
Saat ini, kondisi di dua desa berhasil dikendalikan aparat. Untuk mencegah bentrok susulan, personel gabungan Brimob dan Polres dikerahkan ke lokasi bentrok.
"Aparat sudah di lokasi ada dari Polres, Polsek, dan Brimob sudah di sana, untuk sementara situasi bisa dikendalikan," pungkasnya.

Tulis Komentar