Audiensi Bupati Inhil Dengan Kemendikbud Ristek RI
KILASRIAU.com - Bupati Indragiri Hilir H. M. Wardan didampingi Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhil serta OPD Terkait menerima audiensi dengan jajaran Kemendikbud Ristek RI yang diwakili Kepala Balai Guru Penggerak Prov. Riau di ruang rapat lt. 4 Kantor Bupati Jl. Akasia no. 1 Tembilahan, Selasa (19/07/22).
Tujuan audiensi ini sendiri adalah untuk melaksanakan testimoni dukungan dari implementasi kurikulum merdeka, sekolah penggerak dan guru penggerak dalam Kab. Inhil di seluruh satuan pendidikan Kab. Inhil serta penandatanganan fakta dukungan untuk mensukseskan peningkatan mutu pendidikan oleh Bupati Inhil.
Sebagai informasi untuk di Kab. Inhil sendiri saat ini sudah terdapat 45 sekolah penggerak dengan 76 orang guru penggerak yang tersebar di berbagai sekolah dalam wilayah Kab. Inhil.
- 47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
- Bupati Herman Ikuti Rakornas Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan
- Menaker Tekankan Pentingnya Generasi Muda Tingkatkan Skill Hadapi Dunia Kerja Masa Depan
- Kemnaker-FPPI Jalin Kerja Sama Perluas Akses Kerja bagi Perempuan
- Lantik Pejabat Baru, Menaker Minta Berikan Kinerja Terbaik bagi Masyarakat
Bupati Inhil sendiri dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam mendukung program kegiatan ini.
"Saat ini pemerintah sedang menghimpun dalam satu aplikasi dashboard yaitu Inhil satu data dan kedepan diharapkan informasi mengenai data, baik sekolah maupun guru penggerak dan kurikulum merdeka dapat terhimpun di dalamnya", ucap Bupati.
"Semoga apa yang menjadi cita - cita dan harapan kita bersama di dalam mewujudkan apa yang kita inginkan didalam mensosialisasikan dan memajukan dunia pendidikan terutama di Kab. Inhil dapat terealisasi", harap Bupati.
Sebelum mengakhiri arahannya, Bupati juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk dapat memberikan reward kepada sekolah - sekolah dan guru penggerak sehingga tenaga pengajar dapat termotifasi di dalam menerapkannya.

Tulis Komentar