Aksi Pelecehan Kepada Peserta 100 Tahun Tamansiswa
Kilasriau.com - Aksi street performance AUBADE Menyanyikan Massal Lagu-lagu Nasional Kebangsaan dan lagu Ki Hadjar Dewantara di titik 0 Kilometer Minggu (3/7/2022) sore mendadak ricuh. Seorang lelaki berperawakan tinggi dan bertubuh besar tiba-tiba melakukan pelecehan seksual kepada peserta perempuan. Laksita, salah seorang peserta perempuan yang menyaksikan peristiwa tersebut menceritakan aksi nekad yang dilakukan lelaki tersebut di tengah-tengah massa. Ia bahkan berteriak histeris meminta pertolongan melihat aksi tersebut, namun ternyata banyak yang apatis dengan peristiwa tersebut. Laksita mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika mereka melakukan aksi dalam rangka #Tamansiswa Memanggil dalam rangka 100 Tahun Tamansiswa
Sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan perempuan dan lak-laki berkumpul di titik 0 kilometer. Mereka mulai berkumpul untuk kemudian bersama-sama menyanyikan lagu-lagu nasional dan lagu Ki Hadjar Dewantara. "
- Polsek Concong Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan 14 Paket Sabu
- Ketua IWO Riau Puji Gerak Cepat Kapolda dan Kasat Reskrim Ungkap Kasus Rumbai
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Polisi Lakukan Pulbaket Dugaan Bullying Siswi SD di Kemuning, Hasil Sementara Tidak Ditemukan Peristiwa Perundungan
- Polsek Pulau Burung Ungkap Kasus Sabu, Seorang Perempuan Diamankan dalam Ops Antik Lancang Kuning 2026
Ndak tahu, kok tiba-tiba ada seorang lelaki berbadan tinggi besar pakai kaos merah masuk ke dalam kerumunan ikut melakukan aksi,"terang dia usai membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Yogyakarta, Minggu malam.
Kemudian ada beberapa anggotanya di antaranya Mbak T. Saat itu T dicablek oleh lelaki tersebut tetapi dia sadar dan langsung pergi menghindar. Kemudian pelaku pindah ke Mbak R dan langsung mencablek R. Saat dicablek itu, R terlihat linglung. "Mungkin saking kagetnya atau apa, Mbak R itu seperti linglung,"terangnya. Kemudian seperti tersadar, R pasrah ketika rambutnya dibelai-belai sambil dipeluk-peluk oleh pelaku. tak hanya sampai di situ, pelaku bahkan nekad memegang-megang payudara R dan menggesekkan kemaluannya ke pantat R.
Laksita yang saat itu berdiri di belakang aksi tidak senonoh tersebut kaget dan merasa tersinggung. Awalnya ia tidak begitu menggubrisnya karena berpikir pelaku adalah suami dari R. Namun ia sempat curiga karena melakukan aksi tidak senonoh di tengah kerumunan massa. "
Kemudian, salah satu anggota saya yang lain teriak Woii siang-siang nanti malam aja. Saya kirak itu suaminya,"ujar dia.

Tulis Komentar