Pengusaha Muda Asal Kecamatan Enok Buat Lapangan Pekerjaan Untuk Mengurangi Pengangguran
KILASRIAU.com - Maskur (31) salah satu pengusaha muda asal kecamatan Enok, desa Suhada berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dikatakan Maskur dalam usaha pengumpulan pinang ini memiliki kurang lebih 40 orang pekerja. Dimana pekerja ini bekerja seperti pada umumnya yang beraktivitas dari pagi sampai sore
"Alhamdulillah berkat usaha ini saya mampu menciptakan lapangan pekerjaan di desa saya ini. Meskipun sebelumnya pernah vakum karena ada beberapa hal. Namun sekarang sudah kembali beroperasi," kata Maskur, Sabtu (14/05/22).
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Tembilahan Hulu Garap Lahan 0,5 Hektare
- Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
- Alumni Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau Sebut Sudah Sesuai Fatwa MUI No. 4 Tahun 2003
- Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
- Dana Nasabah CIMB Niaga Pekanbaru Raib, Pengamat: Laporkan ke OJK
Ia menjelaskan sejak membuka usaha ini paling tidak bisa membantu masyarakat khususnya di desa. Sebab saat ini mencari pekerjaan sangatlah susah apa lagi tidak memiliki kemampuan serta pendidikan sebagai penunjangnya.
"Selain membuat lapangan pekerjaan ini saya juga menampung pinang dari pengepul disekitaran desa hingga diluar desa," ucapnya.
Kemudian, Maskur menjelaskan pinang yang diterima dari pengepul ini akan di ekspor ke luar kota seperti Jambi, Medan hingga luar negeri.
Untuk itu membuka usaha pinang kata Maskur sangat menjanjikan apa lagi ini dalam jangka panjang, karena buah pinang dipakai untuk kosmetik, medis, herbal, batik, minuman, permen, dan banyak lainnya. Sehingga hal ini menjadi kebutuhan pokok dasar dari dunia industri, dan pasti akan digunakan.
"Maka dari itu, saya mengajak para pemuda yang memiliki kemampuan dapat membuka lapangan pekerjaan di tempatnya masing-masing dengan melihat potensi sekitar. Karena kita membuka usaha tentunya kita juga akan membuka lapangan pekerjaan," jelasnya.

Tulis Komentar