Minyak Goreng Jadi Barang Langka, Ketua IWO Inhil Minta Pemkab Inhil Sidak Kelapangan
KILASRIAU.com – Kelangkaan minyak goreng terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) usai pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi atau HET sebesar Rp 14 ribu per liter.
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
- PT Korindo Komplit Karbon Siap Tampung Pinang Petani Inhil Mulai 9 Maret 2026
- Pemkab Inhil Gelar Ramadan Fair UMKM 2026, Dimeriahkan Berbagai Lomba dan Doorprize Menarik
- Bupati dan Ketua IWAPI Inhil Resmikan Outlet Oleh-Oleh UMKM, Perkuat Akses Pasar serta Ekonomi Lokal
Kelangkaan ini tentu saja kian memberatkan, apalagi penerapan minyak goreng satu harga di Inhil khususnya Tembilahan belum juga dirasakan semua masyarakat.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, minyak goreng menjadi barang langka di Kota Tembilahan setelah sejumlah toko sembako dan swalayan tidak lagi menjualnya secara berkala.
Menyikapi kelangkaan ini, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Inhil, Muridi Susandi, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil segera mengambil tindakan untuk mencarikan solusi bagi masyarakat yang terdampak kelangkaan ini.
“Setelah mencarinya di beberapa minimarket dan toko sembako memang tidak ada (minyak goreng). Kelangkaan terjadi hampir di semua minimarket yang ada di Tembilahan,” ungkap Muridi Susandi, Senin (14/2/2022).
Sandi sapaan akrabnya meminta Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Inhil sebagai pihak terkait, memberikan perhatian serius mencarikan solusi dari kelangkaan minyak goreng ini.
“Kita harap Disperindag segera turun kelapangan menggelar inspeksi mendadak ke gudang minimarket atau toko – toko pengecer minyak goreng yang ada di Kabupaten Inhil,” imbuh tokoh muda Inhil yang dikenal murah senyum ini.
Menurut Sandi, inspeksi mendadak atau sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya oknum tidak bertanggung jawab yang menimbun minyak goreng agar terjadi kelangkaan di pasaran.
“Disperindag harus cek ke lapangan, berbagai dugaan terkait penimbunan ini bisa saja terjadi sehingga minyak goreng menjadi langka dan dikeluhkan masyarakat. Apalagi tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, dikhawatirkan juga ada yang memanfaatkan momen ini,” pungkas Sandi.***


Tulis Komentar