Indonesia Great Again, Demokrat: Prabowo Ingin Kita Kembali Jadi Macan Asia
KILASRIAU.com - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menjelaskan pernyataan 'Make Indonesia Great Again'dilontarkan Capres Prabowo Subianto. Menurut dia, pernyataan itu merujuk pada keinginan Prabowo untuk mengembalikan keperkasaan NKRI yang tertidur sebagai Macan Asia.
"Memang apa yang disampaikan Pak Prabowo itu harus membuat Indonesia Great Again, karena dulu Indonesia ini pernah ditakuti Asia, pergaulan internasional. dan itu sekarang hilang,”. kata Ferdinand usai sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).
Ferdinand melihat, selama zaman Presiden Soeharto dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia di mata internasional terasa sangat garang. Tak seperti era kepemimpinan sekarang, dinilainya Indonesia sangat tak bertaji di dunia.
- Ikbal Sayuti Kembali Pimpin PPP Riau Periode 2025–2030, Terima SK Langsung dari Ketua Umum
- Bupati Inhil Resmi Buka PKP Kader Loyalitas DPC PKB
- DPC PDI Perjuangan Inhil Gelar Rapat Perdana Pengurus Periode 2025, Perkuat Soliditas dan Siapkan Program Kerakyatan
- Sekjen DDII Sambangi PPP Riau, Bahas Politik sebagai Jalan Pengabdian Umat
- Adakan Konferensi Cabang, Adinaputera Kembali Ditunjuk Menjadi Ketua DPC PDI-P Kabupaten Lingga Priode 2025-2030
"Mungkin karena keterbatasan dan kapabilitas Pak Jokowi di dunia internasional. Bayangkan di zaman Pak Soeharto, di zaman Pak SBY, kita tidak pernah ketinggalan di isu global sehingga ini harus dikembalikan dan ditingkatkan arahnya ke sana,” jelas politisi Demokrat ini.
Menurut Ferdinand, tidak ada yang salah dari cara Prabowo meniru slogan yang populer oleh Donald Trump tersebut. Terlebih, dia menegaskan Prabowo hanya meniru hal yang baik-baik dan tidak untuk soal arogansi Trump.
"Jadi arahnya bukan untuk menjiplak nggak karu-karuan, baik itu boleh kita tiru, itu bagus,” Ferdinand menandasi. Seperti Khayalan
Ferdinand Hutahaean juga menyentil soal Pidato ‘Game of Throne’ Presiden Jokowi dalam Forum International Monetary Fund (IMF). Menurut dia, Jokowi menampilkan khayalan seperti anak kecil bercerita.
Fedinand mengemukakan, khayalan cerita Jokowi seperti soal ekonomi yang disebutnya naik hingga 7 persen, namun tak kunjung terealisasi.
"Kita mau presiden konkret, kalau ekonomi 6 persen ya 6 persen, jangan bilang 7 persen ternyata cuma 4,8 persen, ini kan mengkhayal,” ujar dia.
Presiden Jokowi menghadiri Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10/2018). Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjadi keynote speaker di hadapan para delegasi.
Dalam pidatonya, Jokowi menggambarkan kondisi ekonomi dunia. Mulai dari perselisihan yang terjadi di antara negara-negara maju hingga dampaknya bagi perekonomian negara lain seperti negara berkembang.
Jokowi bahkan mengibaratkan apa yang terjadi saat ini seperti dalam Film Game of Thrones. Di mana para negara-negara besar tengah sibuk berperang tanpa memikirkan resiko yang terjadi dari perang itu.


Tulis Komentar