Pilkades Serentak di Kabupaten Inhil menggunakan Sistem E-voting
KILASRIAU.com - Untuk meningkatkan hak suara para pemilih saat Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak di 96 Desa yang ada di Kabupaten Inhil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar pelatihan menggunakan sistem alat Elektronik Voting (E-voting) di Aula Hotel Telaga Puri, Tembilahan.
Pelatihan ini E-voting di ikuti kurang lebih ada 9 orang yang nantinya akan menjadi operator serta menghadirkan narasumber dari Bandung Dhiar Rionaldy.
Kepala DPMD Kabupaten Indragiri Hilir, Budi N Pamungkas, melalui Kepala Seksi Penataan dan Administrasi Pemerintah Desa Feriawan Melpi saat dijumpai langsung mengatakan pelatihan ini dilakukan agar saat pelaksanaan pemilihan berlangsung tidak mengalami kendala.
- Tutup Pelatihan PKBM Melati Indah, Bunda PAUD Inhil Dorong Pendidikan Inklusif dan Penguatan Literasi Digital
- Bangun Kebersamaan dengan Warga, Polsek Sabak Auh Resmi Buka Turnamen Domino Hari Bhayangkara ke-80
- Pemkab Inhil Terima Penghargaan Menteri Agama RI, Atas Dukungan Program Masjid Ramah Pemudik
- Sekda Inhil Tekankan ASN dan Ingatkan OPD Jangan Berpuas Diri Raih Opini WTP
- Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu
"Sebenarnya pelatihan ini dilaksanakan selama kurang lebih 2 hari dan di ikuti 9 orang dan satu pelatih yang langsung kita datangkan dari Bandung agar pelaksanaan dilapangan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan," ungkap Feriawan, Selasa (28/09/21).
Lebih lanjut Kepala Seksi Penataan dan Administrasi Pemerintah Desa Feriawan Melpi menjelaskan setelah pelaksanaan ini dilakukan maka akan dilanjutkan dengan simulasi di desa Karya Tani, Kecamatan Kempas, kabupaten Inhil.
"Jadi sebelum dilakukan pilkades di 96 desa, Kita telah memilih salah satu desa yang ada di kecamatan Kempas untuk dilaksanakan simulasi. Sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh pemerintah," jelasnya.
"Maka dari itu dengan dilakukannya sistem E-voting ini mampu memberikan kemudahan serta lebih efisien dalam menjaga keamanan hak suara para pemilih nantinya," tambahnya.
Sementara itu, Dhiar Rionaldy menjelaskan sistem E-voting ini sudah banyak di terapkan di beberapa kabupaten yang ada di Indonesia seperti Kalimantan, Sumatra Utara, Sumatera Barat dan Riau.
"Dari beberapa kabupaten yang telah melaksanakan sistem E-voting, tidak ada menemukan kendala, malah tingkat keamanan nya mencapai 99.99%," ujarnya.
Dhiar Rionaldy menjelaskan sistem E-voting sendiri sangat mudah dilakukan, dan tidak banyak membuang waktu. karena semuanya sudah diatur oleh sistem sehinga keabsahan data akan terjamin apalagi bagi para pemilih.
"Salah satu yang sukses melakukan sistem E-voting di Riau adalah Kabupaten Inhu dan untuk Kabupaten Inhil merupakan pertama kali. Maka dari itu, kami berharap semoga sistem E-voting ini bisa berjalan lancar serta tidak ada ditemukan kendala apapun," tutupnya. (Sr).

Tulis Komentar