Tim Kukerta Integrasi Manfaatkan Limbah Rumah Tangga Untuk Pembuatan Kompos
KILASRIAU.com - Tim Kukerta Integrasi Kelurahan Pematangkapau, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru berhasil mendemonstrasikan pembuatan kompos yang berasal dari sampah- sampah rumah tangga.
Kegiatan pendemonstrasian dilakukan di Gedung Posyandu Nusa Zubaidah pada hari Minggu, 1 Agustus 2021. Kegiatan ini diawali dengan melakukan senam pagi bersama ibu- ibu yang hadir di halaman lapangan posko.
Lanjutan kegiatan berupa makan pagi bersama, sembari Tim Kukerta Integrasi menyiapkan segala peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
- Peringati HUT ke-80 Persit KCK, Kodim 0314/Inhil Tanam Pohon Mangrove
- Hadapi Ancaman Kemarau 2026, BPBD Inhil Perkuat Kedisiplinan dan Respons Cepat TRC
- Polsek Kateman bersama Buruh dan Manajemen PT Pulau Sambu Group Tanam Bibit Pohon di Kateman Peringati May Day 2026
- SRI Muda Indragiri Resmi Ajukan Audiensi ke DPRD Inhil Terkait Konflik Lahan Masyarakat di Kemuning
- Peringati Hari Bumi 2026 dan Hut ke 65, Utama Karya Tanam 17.000 Pohon di Seluruh Jalan Tol Kelolaan
Acara ini tentunya di tanggungjawabi secara langsung oleh Sri Septia Maharani, mahasiswa Tim Kukerta Integrasi Pematangkapau yang di bimbing langsung oleh DPL, Dr. Deviona, S.P., M.Si. Pendemonstrasian ini memfokuskan mengenai “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Untuk Kompos”
Pembuatan kompos lebih banyak di minati oleh ibu- ibu. Hal ini terlihat, dengan ramainya kedatangan ibu- ibu yang sangat antusias terhadap pembuatan kompos ini. Warga yang datang tidak hanya berasal dari lingkungan RW 07, tetapi juga dihadiri oleh warga yang berada di lingkungan sekitar di bawah naungan RKI.
"Sampah rumah tangga tentunya menjadi momok bagi setiap ibu rumah tangga. Dalam sekali masak saja dapat menghasilkan sampah yang cukup banyak. Tidak hanya itu, perkarangan yang rimbun tentunya menghasilkan sampah berupa dedaunan yang pastinya dapat juga di manfaatkan," Dikatakan Sri Septia Maharani selaku Ketua Tim.
Lebih lanjut Dikatakan Sri Septia Maharani selaku Ketua Tim menuturkan kegiatan pendemonstrasian ini berlangsung santai serta antusiasme tinggi yang terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang di lontarkan selama kegiatan pendemonstrasian berlangsung. Hingga di akhir pun, ketika pembuatan kompos telah selesai tetap saja banyak pertanyaan yang hadir.
"Tingginya antusiasme peserta diharapkan nantinya dapat secara nyata mempraktikkan kegiatan pembuatan kompos ini. Sehingga, ilmu yang di dapatkan tidak hanya sekedar di terima tetapi dapat di praktikkan dalam kehidupan guna memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Akhir dari kegiatan pembuatan kompos, tentunya ditutup dengan melakukan foto bersama yang tetap mematuhi prokes menggunakan masker," imbuhnya.

Tulis Komentar