Tumpukan Sampah Depan Emperan Toko Menjadi Sumber Wisata Baru
Teluk Kuantan, KilasRiau.com - Hampir sepekan sudah sampah di pelataran kaki lima Rumah Toko (ruko) di kawasan pasar mangkrak Teluk Kuantan dibiarkan menumpuk begitu saja.
Sementara kewenangan atas kebersihan di lingkungan ini merupakan tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Masyarakat berharap, hal ini segera diatasi. Terlebih lagi ini berada tepat di jantung kota Kabupaten bahkan tempat keramaian. Di depan tempat-tempat usaha, seperti Kedai Kopi, Kedai Sarapan Pagi, dan lain sebagainya.
- Peringati HUT ke-80 Persit KCK, Kodim 0314/Inhil Tanam Pohon Mangrove
- Hadapi Ancaman Kemarau 2026, BPBD Inhil Perkuat Kedisiplinan dan Respons Cepat TRC
- Polsek Kateman bersama Buruh dan Manajemen PT Pulau Sambu Group Tanam Bibit Pohon di Kateman Peringati May Day 2026
- SRI Muda Indragiri Resmi Ajukan Audiensi ke DPRD Inhil Terkait Konflik Lahan Masyarakat di Kemuning
- Peringati Hari Bumi 2026 dan Hut ke 65, Utama Karya Tanam 17.000 Pohon di Seluruh Jalan Tol Kelolaan

Tumpukan sampah ini sudah mengeluarkan aroma dan bau tak sedap, namun masyarakat tetap membayar rutin biaya retribusi bulanan sampah tersebut ke Pemkab Kuansing.
"Sudah tiga hari sampah ini tidak di jemput atau diangkut mobil kebersihan, biasanya setiap pagi sampah-sampah ini diangkut dengan mobil kebersihan Pemda Kuansing," kata Erwin, salah seorang pemilik usaha di dekat pasar mangkrak Teluk Kuantan kepada KilasRiau.com, pada Ahad (04/04/2021) malam di Teluk Kuantan.

Lebih lanjut dikatakan Erwin, hal ini tidak ada konfirmasi dari pihak kebersihan terkait tumpukan sampah tersebut. Erwin mengaku, ia dan pedagang atau pengguna jasa kebersihan lainnya selalu membayar tagihan retribusi sebesar Rp 48.000,- /bulan nya.
"Tak tau mengapa sudah tiga hari belum dijemput, padahal kami selalu membayar rutin retribusi sampah ini," jelas Erwin.
Selain tumpukan sampah, karena tidak dijemput hampir selama sepekan ini, kini kawasan pasar mangkrak memproduksi aroma busuk yang menyengat saluran pernafasan warga dan pengunjung.**

Tulis Komentar