Trio Tata Air Solusi Dongkrak Produktivitas Kelapa di Inhil
KILASRIAU.com - Tidak berfungsinya prasarana trio tata air akan mengakibatkan genangan air di kebun kelapa dan dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa menyebabkan rusaknya sistem perakaran, Sabtu (19/12).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil Sirajuddin melalui Surya Kasi Lahan dan Irigasi. Ia mengatakan jika kondisi prasarana tata air perkebunan kelapa tidak baik maka akan menimbulkan masalah salah satunya adalah terganggunya pertumbuhan kelapa, hingga kematian pada kelapa.
"Jadi kebun kelapa rusak parah yang diakibatkan tata airnya yang tidak baik tentunya akan berdampak buruk pada tanaman kelapa itu sendiri, mulai dari dampak ringan sampai pada yang berat bahkan mengakibatkan matinya tanaman kelapa. Hal ini biasanya terjadi secara perlahan, yang didahului dengan gejala-gejala seperti daunnya yang menguning, batangnya yang mengecil, buahnya yang gugur, dan sistem perakarannya banyak yang mati," terangnya.
- Bupati Herman Pimpin Evaluasi Kabupaten Kota Sehat 2026, Targetkan Inhil Raih Predikat KKS
- Kemnaker Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja di Medan Sesuai Kebutuhan Industri
- Kapolres Inhu Pimpin Serah Terima Jabatan Kasat Lantas, Ini Penggantinya
- Upacara Hari Juang Polri Tahun 2026 Berlangsung Khidmat, Kapolres Inhu Jadi Irup
- Polres Inhil Gelar Upacara Hari Juang Polri 2026, Teguhkan Semangat Pengabdian dan Nilai Perjuangan
Lebih lanjut Surya menuturkan, masalah penataan air merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan tanaman kelapa di daerah pasang surut dan gambut seperti di Indragiri Hilir.
"Jadi tanpa pengelolaan tata air yang baik dan berkesinambungan, maka sulit untuk memulihkan kembali perkebunan kelapa yang mengalami kerusakan. Maka dari itu kombinasi yang tepat sasaran dari ketiga jenis trio tata air (tanggul, saluran dan pintu klep) akan mampu menjadi solusi untuk mendongkrak produktifitas kelapa di Indragiri Hilir. Ditambah lagi fungsi saluran (parit) di Inhil tak hanya sebagai prasarana tata air, tetapi juga dapat mengangkut hasil panen dan alternatif transportasi," tutupnya.

Tulis Komentar