Ketua DPRD Inhil Hadiri Penyelenggaraan Rembuk Pendidikan
KILASRIAU.com - Untuk meningkatkan efektifitas dalam proses belajar mengajar, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) DR H. Ferryandi, ST, MT, Inhil menghadiri sekaligus menjadi Narasumber pada kegiatan Rembuk Pendidikan di Gedung Telaga Puri, Tembilahan, Selasa (24/11).
Dalam pelaksanaan tersebut di angkat tema 'Efektif kegiatan Belajar Mengajar dimasa Pendemi Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir'.
Ketua DPRD Inhil DR H Ferryandi mengatakan kebijakan dimana masa Pendemi Covid-19 ini adalah yang pertama kesehatan, keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, dan keluarga merupakan prioritas utama yang harus dijaga keselamatannya.
- Kanwil DJBC Aceh Laksanakan Monitoring dan Evaluasi K3S pada PT Pertamina EP Rantau Field
- Negosiasi Berlarut, PBH PERADI Pekanbaru Ultimatum Tempuh Jalur Hukum Jika Mediasi Disnaker Tak Beri Kepastian
- Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
- Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pelayanan yang Cepat dan Transparan
- Raih Opini WTP, Bupati Herman Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD Inhil
"Kendala pengajar dimasa pendemi itu yang pertama adalah sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan metode secara Daring. Kalau tidak bisa bertatap muka tentunya solusi nya adalah secara Daring atau jarak jauh. Dan sekarang kita ketahui pembelajaran secara Daring sudah berlangsung hampir 8 bula," kata Ferryandi di sela-sela acara usai.
Lebih lanjut, Ferryandi menjelaskan bahwa apa yang sudah di putuskan kementerian Pendidikan baru-baru ini pada 1 (satu) Januari 2021, memang pada bula Januari 2021 sudah bisa normal (tatap muka) dalam pembelajaran, dan berharap kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan berbagai macam upaya harus di persiapkan untuk pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 nantinya.
"Kita juga tidak tau pasti covid-19 sampai kapan berakhir, tidak mungkin lah anak-anak sekolah tidak bertatapan muka dengan pihak guru, dan tidak pergi lagi ke sekolah, kalau melihat kondisi covid-19 sampai 2 tahun sampai 3 tahun lagi. Anak-anak tidak kesekolah kan lucu, dan mereka juga rindu dengan suasana sekolah dan temannya," tutur Ferryandi.
Ferryandi berharap dengan adanya Ruang Rembuk yang dilaksanakan Dewan Pendidikan ada kesimpulan dan kebijakan dalam hal melalui Dinas Pendidikan melalui Perbub untuk mengatur keseragaman pengelolaan pendidikan pada Januari 2021 kedepannya. Seluruh elemen guru dan anak didik dan orang tua Didik, tentunya harus mematuhi protokol covid-19 dan aturan yang mesti dipatuhi, yang di umum kan kementerian Pendidikan dengan cara belajar yang bagaimana kedepan nya dimasa pendemi covid-19 ini.
"Yang terpenting kalau ada sesuatu yang terjadi jangan ada yang menyalakan satu sama lain , yang jelas kita ingin anak kita bisa sekolah normal kembali anak kita pintar, yang paling penting dalam pembelajaran tidak tertinggal kurikulum," tutup Ferryandi.(*)

Tulis Komentar