Berikut Komoditas yang Memberikan Andil Terjadinya Deflasi di Tembilahan
KILASRIAU.com - Perkembangan indeks harga Konsumen atau inflasi di bulan Agustus 2020 mengalami deflasi sebesar 0,01% dengan IHK 105,06, Selasa (2/9).
Dikatakan Hartono Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil mengatakan bahwa pada bulan Agustus 2020, Kota Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,01% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06.
"Tingkat inflasi tahun kalender Agustus 2020 sebesar 2,13% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) sebesar 1,72%. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu:
kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,16% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10%. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga
sebesar 0,03%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,39%; kelompok pendidikan sebesar 0,29% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,46%. Sementara kelompok lainnya relatif stabil," jelas Hartono
- LSM Desak Aparat Tegakkan Hukum, Klaim Sepihak Dinilai Abaikan Putusan MA
- Udang Nenek, Potensi Emas Pesisir Inhil Dukung Visi Ekonomi Daerah
- Panen Raya IP 300, Bupati Indragiri Hilir Optimis Pertanian Kempas Terus Melaju
- Ketidakselarasan Tarif Speedboat di Inhil, Ketua MOI Dorong Keterbukaan Papan Informasi
- Dapur MBG di Pekan Arba Diduga Tak Berizin, Legalitas Yayasan Dipertanyakan
Lebih lanjut Hartono menuturkan Komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Tembilahan
antara lain ialah bawang merah, daging ayam ras, udang basah, ikan belanak,
cabai merah kering, tomat, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/
ikan gembolo/ikan aso-aso, jeruk nipis/limau, ikan senangin, minyak goreng, ikan asin teri, ketimun, gula pasir dan komoditas lainnya.
"Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 8 kota mengalami
deflasi dan 16 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Kota Tanjung
Pandan sebesar 0,67% dan deflasi terendah di Kota Sibolga dan
Tembilahan sebesar 0,01%. Sedangkan inflasi tertinggi di Kota Meulaboh sebesar 0,88% dan inflasi terendah di Kota Batam sebesar 0,02%," ucap Hartono.
"Di Indonesia, dari 90 kota IHK, 53 kota mengalami deflasi dan 37
kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Kota Kupang sebesar 0,92% dan deflasi terendah di Kota Sibolga, Tembilahan, Bekasi dan Banyuwangi sebesar 0,01%. Sementara inflasi tertinggi di Kota Meulaboh sebesar 0,88% dan inflasi terendah di Kota Batam, Kediri dan Kotamobagu sebesar 0,02%," tambahnya.

Tulis Komentar