250 Hektar Lebih Lahan Terbakar di INHIL
TEMBILAHAN - Hingga bulan September 2018 ini, sudah 250 hektar lebih lahan terbakar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan total 191 hotspot.
Kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) seluas 250 hektar lebih telah terbakar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) per september 2018 dengan total hot spot sejumlah 191 hot spot (titip panas).
Jumlah tersebut belum termasuk Karhutla yang terjadi di Kecamatan Kempas yang saat ini masih dalam proses pemadaman.
- Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Riau Siapkan 18 Ribu Pcs Masker dan Oksigen untuk Pelalawan
- Mandi Bersama Istri di Sungai Kuantan, Remaja 17 Tahun Hanyut dan Tenggelam
- Mafirion Kecam Penyanderaan 9 Anak di Papua: Bebaskan Mereka, Keselamatan Tak Bisa Ditawar!
- Kecelakaan Antara Speedboat dengan Pompong di Sungai Indragiri, Tidak Ada Korban Jiwa
- Api Lahap Rumah Warga di Tembilahan, Kerugian Materiil Diperkirakan Rp350 Juta
“Karlahut terbaru yang masuk dalam data tersebut baru yang di Desa Sekayan Kecamatan Kemuning, belum masuk yang di kempas ini,” jelas Kepala BPBD Inhil Yuspik, SH melalui Kabid Rehabilitasi Dan Rekontruksi, BPBD Inhi, Gordon, SE, Jum’at (28/9/2018).
Dikatannya lagi, Bupati Inhil juga telah mengeluarkan status siaga bagi Inhil melalui SK Bupati yang dikeluarkan pada awal september sampai november 2018.
“Liat perkembangannya karena bisa diperpanjang,” tutur pria yang juga pengawas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil ini.
Mengingat memasuki musim kemarau ini dan ditambah Karlahut yang baru terjadi di Kecamatan Kempas yang diklaim terbesar di Riau oleh BPBD Riau, BPBD Inhil mengimbau masyarakat untuk lebih berhati – hati lagi dan tanggap terhadap Karhutla.
“Sebagai daerah yang terparah serta memasuki masa cuaca ekstrim, kami imbau hindari bakar - bakar di kebun atau ladang. Bagi pemburu dan pemancing jangan sembarangan membuang puntung rokok dan hati – hati pada aktifitas yang melibatkan api."

Tulis Komentar