Bidik Pemilu 2029, PPP Inhil Benahi Struktur dan Perkuat Kaderisasi

Kilasriau.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai memperkuat konsolidasi internal melalui pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP se-Kabupaten Inhil. 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membenahi struktur organisasi, memperkuat kaderisasi, sekaligus menyatukan visi dan langkah politik partai menghadapi Pemilu 2029.

Musancab yang berlangsung di Aula Hotel Top 5 Tembilahan, Sabtu (7/11/2026), tersebut mengusung tema “Solid dalam Struktur, Kuat dalam Kaderisasi, Bersama Menjemput Masa Depan PPP”.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPW PPP Provinsi Riau H. Ikbal Sayuti, Bupati Inhil yang diwakili Asisten, Ketua DPRD Inhil yang diwakili Wakil Ketua I Ir. H. AMD. Junaidi AN., M.Si., Sekretaris Wilayah PPP Provinsi Riau Dedi Putra, unsur Polres Inhil, Kodim 0314/Inhil, Camat Tembilahan, KPU Inhil, Bawaslu Inhil, serta perwakilan partai politik se-Kabupaten Inhil.

Ketua DPC PPP Inhil, Dr. Ahmad Fuad, menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda pergantian maupun penetapan kepengurusan di tingkat kecamatan. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi momentum evaluasi dan pembenahan organisasi guna membangun kekuatan partai yang solid hingga ke tingkat paling bawah.

Ahmad Fuad mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan jabatan dan posisi struktural sebagai tujuan utama dalam berorganisasi. Menurutnya, nilai penting seorang kader justru terletak pada kontribusi, loyalitas, dan pengabdian yang diberikan untuk membesarkan partai.

Ia mengajak seluruh kader mengubah pola pikir dalam menjalankan roda organisasi. Setiap kader, kata dia, harus lebih dahulu mengevaluasi apa yang telah diberikan untuk partai, bukan justru mempertanyakan keuntungan atau posisi apa yang bisa diperoleh dari partai.

"Marilah kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang telah kita berikan untuk partai ini, bukan justru bertanya apa yang bisa diberikan partai kepada kita. Sebab, membesarkan partai membutuhkan kerja nyata, keikhlasan, dan pengabdian dari seluruh kader," tegas Ahmad Fuad.

Pesan tersebut, lanjutnya, harus menjadi landasan dalam menjalankan amanah organisasi, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun ranting. Sebab, kekuatan partai politik tidak cukup hanya diukur dari keberadaan kepengurusan secara administratif, tetapi juga dari soliditas organisasi dan aktivitas kader di tengah masyarakat.

Ahmad Fuad menilai, kepengurusan yang terbentuk harus mampu menjalankan fungsi organisasi secara nyata. Setiap kader diharapkan memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan partai, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjaga eksistensi PPP di seluruh wilayah Kabupaten Inhil.

"Musancab ini bukan sekadar menentukan siapa yang menjadi ketua atau sekretaris anak cabang. Lebih dari itu, kita sedang merumuskan langkah ke depan dan menyatukan persepsi untuk membawa PPP Kabupaten Indragiri Hilir menjadi pemenang pada Pemilu 2029," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fuad juga menekankan pentingnya membangun struktur partai yang kuat, tertata, dan berjenjang. Menurutnya, kepengurusan anak cabang memiliki posisi strategis karena menjadi penggerak utama konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan.

Pengurus anak cabang diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif melakukan pembinaan kader, memperluas jaringan organisasi, serta membentuk dan menghidupkan kepengurusan ranting di setiap desa dan kelurahan.

Dengan struktur organisasi yang kuat hingga tingkat bawah, komunikasi dan koordinasi antarkader diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, proses kaderisasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar PPP memiliki sumber daya kader yang siap melanjutkan perjuangan dan menjaga keberlangsungan organisasi.

Menurut Ahmad Fuad, soliditas struktur dan kekuatan kaderisasi merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Struktur organisasi yang tertata harus diisi kader-kader yang memiliki komitmen, loyalitas, serta kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta Musancab dapat mengikuti setiap tahapan musyawarah dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kedewasaan berorganisasi, dan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan membutuhkan kerja organisasi yang lebih terarah dan terukur. Hasil Musancab tidak boleh berhenti sebatas keputusan forum atau terbentuknya susunan kepengurusan baru, melainkan harus ditindaklanjuti melalui program kerja dan konsolidasi secara berkelanjutan.

"Harapan kita, melalui Musancab ini terbentuk kepengurusan anak cabang yang solid, memiliki semangat pengabdian, serta mampu memperkuat basis organisasi di seluruh kecamatan. Jangan sampai setelah musyawarah selesai, aktivitas organisasi justru berhenti. Konsolidasi harus terus berjalan dan dibuktikan melalui kerja nyata," pungkasnya.

Pelaksanaan Musancab PPP se-Kabupaten Inhil ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan jangka panjang partai dalam menyongsong Pemilu 2029. Melalui pembenahan struktur, penguatan kaderisasi, dan penyatuan langkah politik, PPP Inhil berupaya membangun fondasi organisasi yang lebih kuat untuk mencapai target kemenangan pada kontestasi politik mendatang.






Tulis Komentar