Anggaran Terbatas, Warga Pulau Kijang Patungan Bangun Jalan Tepi Laut
Kilasriau.com, RETEH – Kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan ditunjukkan masyarakat Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, masyarakat bersama pemerintah kecamatan dan sejumlah unsur terkait bergotong royong melakukan pembangunan jalan secara swadaya.
Gerakan gotong royong tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026), dengan menyasar dua titik infrastruktur, yakni Jalan Tepi Laut Pasar Bom dan Jalan Tepi Laut di dekat Musholla Al-Muqarrabin, Kelurahan Pulau Kijang.
- Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik
- Kejar Target 1 Kilometer, Satgas dan Warga Maksimalkan Waktu Lembur di TMMD ke-130 Desa Kuala Lemang
- Cuaca Panas Tak Surutkan Langkah: Satgas TMMD dan Warga Bersatu Rampungkan Jalan Desa Kuala Lemang
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Genjot Semenisasi Jalan Hingga 810 Meter
- Membuka Isolasi Desa, Merajut Asa Warga: Progres Semenisasi Jalan TMMD Kodim Inhil Capai 726 Meter
Kegiatan ini diprakarsai salah seorang tokoh masyarakat Pulau Kijang, H. Yunus HU, yang mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunggu realisasi pembangunan melalui anggaran pemerintah, tetapi juga mengambil bagian dalam memperbaiki fasilitas umum yang menjadi kebutuhan bersama.
Melalui semangat kebersamaan, masyarakat memberikan dukungan, baik berupa tenaga, moril maupun materi, guna mempercepat pengerjaan jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga.

Camat Reteh bersama Lurah Pulau Kijang, Kadarismansyah, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap inisiatif masyarakat tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah anggota Polsek Reteh dan personel Koramil 07 Reteh sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dalam pembangunan wilayah.
Camat Reteh menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan kesediaan untuk bergotong royong membangun lingkungan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pulau Kijang yang telah bersedia berpartisipasi, baik secara moril maupun materi, dalam pembangunan swadaya Jalan Tepi Laut ini. Semangat kebersamaan seperti inilah yang perlu terus kita jaga dan ditingkatkan," ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan wilayah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam menjawab berbagai kebutuhan infrastruktur di lingkungan kelurahan.
Sementara itu, tokoh masyarakat H. Yunus HU menjelaskan, gerakan pembangunan secara swadaya tersebut muncul karena adanya keterbatasan anggaran, sementara kebutuhan perbaikan infrastruktur di tengah masyarakat terus mendesak.
Ia menyebut, masyarakat sudah cukup lama menantikan perbaikan jalan tersebut. Namun, dengan kondisi anggaran yang terbatas, realisasi pembangunan belum dapat memenuhi harapan warga.
"Selama ini masyarakat berharap pembangunan bisa segera direalisasikan melalui anggaran pemerintah. Namun, dengan kondisi anggaran yang sangat terbatas, masyarakat mulai merasa jenuh menunggu. Karena itu, kami berinisiatif mengajak warga untuk bergotong royong dan membangun secara swadaya sesuai kemampuan bersama," jelas H. Yunus HU.
Ia berharap, langkah tersebut dapat menjadi awal dari tumbuhnya kembali semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas umum di Kelurahan Pulau Kijang.
Pembangunan Jalan Tepi Laut Pasar Bom dan jalan di sekitar Musholla Al-Muqarrabin dinilai penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
Dengan adanya pembangunan secara swadaya ini, masyarakat berharap kondisi akses jalan dapat segera membaik sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Pasar Bom.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, gerakan tersebut juga menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta unsur TNI-Polri dapat menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah, terutama ketika keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama.

Tulis Komentar