Sosialisasi 10 Program Pokok PKK di Inhil Resmi Ditutup, Penguatan Peran Keluarga Jadi Fokus Utama
Kilasriau.com — Kegiatan Sosialisasi Penguatan 10 Program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi ditutup pada Rabu sore, 16 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2026 tersebut dipusatkan di Hotel IP Tembilahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan peran kader PKK dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat.
Pada kegiatan pembukaan sebelumnya, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Indragiri Hilir. Sementara pada acara penutupan, hadir sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas PMD Yuliargo, Sekretaris Dinas Roni Pagta, serta Kepala Bidang KPM Fitri Astuti.
- Warga Keluhkan Perubahan Desil DTSEN, BPS Inhil Buka Mekanisme Pemutakhiran Data
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Lubuk Batu Jaya Sambangi Pengelola Perkebunan Sayur Bayam di Desa Kulim Jaya
- Kapolres Indragiri Hilir Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek Tekankan Integritas dan Pelayanan kepada Masyarakat
- Kadis PMD Inhil Hadiri Sosialisasi Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui Bank Sampah
- Bea Cukai Gelar Forum Konsultasi Publik, Libatkan Pemerintah, Pelaku Usaha, Akademisi, dan Jurnalis
Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para peserta dan jajaran pengurus serta kader PKK juga mengikuti sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian sosialisasi.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara lebih terarah, khususnya dalam mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam berbagai bidang pemberdayaan.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan peran kader PKK dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat,” sebutnya.
Selain memperkuat pemahaman terhadap program, kegiatan selama dua hari tersebut juga menjadi ruang untuk membangun koordinasi antara jajaran pemerintah daerah dengan kader PKK.
Dengan berakhirnya sosialisasi, para kader diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Sinergi antara pemerintah daerah, PKK dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan keluarga dapat berjalan dan memberikan manfaat secara nyata,” ujarnya.

Tulis Komentar