Dorong Ahli Waris Mandiri Secara Ekonomi, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Program PEKA
Kilasriaucom - BPJS Ketenagakerjaan kembali menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk Kota Pekanbaru.
Untuk diketahui, program PEKA dirancang khusus untuk membekali para penerima manfaat, termasuk ahli waris dari peserta yang mengalami risiko sosial, dengan literasi keuangan dan wirausaha agar mampu dan mandiri secara finansial setelah mengalami risiko kerja.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan, kesejahteraan masyarakat tidak dapat dibangun pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.
- Lindungi Pekerja Ekosistem Halal, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan BPJPH Provinsi Sumbar
- Sinergi BPJS Ketenagakerjaan–BPJPH Provinsi Sumbar, Lindungi Pekerja Ekosistem Halal
- Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Terus Dorong Pertumbuhan Kepesertaan di Sumatera Barat
- Wujud Negara Hadir BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota Serahkan Manfaat Santunan JKM dan JKK ke Ahli Waris Peserta
- Wujudkan Perlindungan Pekerja Inklusif, BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota-Dinas Koperasi UKM Pekanbaru Jalin Sinergi
"Melalui program Peka, penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan santunan maupun manfaat jaminan sosial diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi, termasuk melalui peningkatan keterampilan, akses pembiayaan, edukasi keuangan, serta pendampingan usaha," ujar Saiful.
Saiful menjelaskan, program Peka lahir dari evaluasi terhadap penyaluran manfaat jaminan sosial kepada peserta maupun ahli waris. Ia mencontohkan seorang ahli waris yang menerima santunan sekitar Rp281 juta setelah suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan saat bekerja.
“Harapannya manfaat dan tabungan yang mereka terima jangan hanya menjadi konsumtif, tetapi benar-benar menjadi produktif dan insyaallah juga malah bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” kata Saiful.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Ia menilai santunan yang diterima ahli waris dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha, sehingga manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan.
“Kami sangat apresiasi dan mendukung program ini. Sehingga kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi sokoguru perekonomian bangsa,” ungkap Yassierli.
Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan siap bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat. Kementerian juga memiliki berbagai program pelatihan tenaga kerja mandiri dan vokasi yang dapat dikolaborasikan.
"Kementerian Ketenagakerjaan telah memiliki program tenaga kerja mandiri yang memberikan modal, pelatihan, serta pendampingan. Program tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan wirausaha baru, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya," sebutnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota, Hendrayanto menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program PEKA. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang produktif dan mandiri.
"Program PEKA mengusung pendekatan pelatihan, pendanaan, dan pemasaran. Para peserta diarahkan mengikuti pelatihan sesuai minat dan kebutuhan, kemudian memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha serta mendapatkan akses pembiayaan lanjutan," terang Hendrayanto.
BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong pemasaran produk peserta melalui ekosistem digital dan jaringan mitra. Dengan demikian, peserta tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga diarahkan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
"Progam PEKA adalah wujud kehadiran dan kepedulian dari Pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan untuk menyejahterakan pekerja dan keluarganya. Kegiatan ini merupakan terobosan yang luar biasa. Pelaksanaan program PEKA ini menjadi bukti nyata implementasi Value Beyond Protection bahwa perlindungan tidak berhenti hanya pada penyerahan santunan. Melainkan hadir untuk membekali keluarga penerima manfaat agar mampu membangun kembali kemandirian ekonomi pasca risiko," tutur Hendrayanto.(yan)

Tulis Komentar