Keluhan Layanan Air PAM Mengemuka, Warga Sebut Distribusi Tak Merata dan Pasokan Belum Mengalir

foto: ilustrasi/net. (doc. kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Persoalan pelayanan air bersih kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari, sejumlah warga mengeluhkan distribusi air PAM yang dinilai belum merata. Keluhan itu mencuat dan ramai diperbincangkan melalui media sosial Facebook. Selasa (4/8/2026).

Salah satu unggahan yang menarik perhatian berasal dari akun Facebook Despita Marni. Dalam unggahannya, ia menyampaikan harapan agar air PAM segera mengalir ke rumahnya. Bahkan, menurutnya, air yang keruh sekalipun lebih baik daripada tidak ada pasokan sama sekali.

"Bori kami air PAM biar la koruah asal lai air namo nye, tolong mak ya PAM," tulisnya dalam dialek daerah.

Unggahan tersebut memicu respons luas dari warganet. Dalam hitungan jam, kolom komentar dipenuhi pengalaman serupa dari pelanggan lain yang mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Melalui kolom komentar, Despita kembali mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sedih karena sebagian warga sudah menikmati aliran air PAM, sementara rumahnya hingga kini belum mendapatkan setetes air pun.

"Air PAM, urang ado yang dpk air ado yg idak. Ibo hati kmi urang yg dk dpk ge, sementara kawan kmi yg la dpk air pam yobuik air kmi laiduik, tolong ya PAM," tulisnya.

Curahan hati tersebut menggambarkan persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kualitas layanan, tetapi juga pemerataan distribusi air kepada pelanggan.

Sejumlah pengguna Facebook kemudian memberikan tanggapan. Ada yang menyebut air PAM di wilayahnya sudah mulai mengalir, namun ada pula yang mengaku masih mengalami kondisi serupa dengan Despita.

Akun Hasnawati Damsi menuliskan bahwa air di wilayahnya telah keluar.
"PAM bude la keluar nye."

Namun balasan Despita menunjukkan bahwa kondisi tersebut belum dirasakan di tempat tinggalnya.
Sementara itu, akun Silhen Hen menyebut proses perbaikan jaringan diduga masih berlangsung di kawasan Sei Paku.
"Tunggulu tawe, sdag dijalan (di Sei Paku)," tulisnya.

Di sisi lain, persoalan yang dikeluhkan warga bukan hanya soal air yang tidak mengalir, tetapi juga kualitas air yang diterima pelanggan.

Akun Nopri Yenti mengaku air PAM sudah mengalir sejak pagi. Namun, air yang keluar disebut sangat keruh.

"Ola iduik dari pagi td PDAM d nye, bonamo koruah, wak mnto koruah dak," tulisnya.

Komentar tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kondisi layanan di sejumlah wilayah. Sebagian pelanggan sudah menerima pasokan air meski kualitasnya belum optimal, sementara pelanggan lainnya sama sekali belum mendapatkan aliran.
Keluhan serupa juga disampaikan akun Santi Angelina.

"Yo re mak... la seminggu dak iduik rak mak," tulisnya.

Rangkaian komentar dari berbagai akun tersebut memperlihatkan bahwa persoalan distribusi air bersih diduga tidak hanya terjadi pada satu pelanggan, melainkan telah dirasakan oleh sejumlah masyarakat di beberapa kawasan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena air bersih merupakan layanan dasar yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. Gangguan distribusi yang berlangsung berhari-hari berpotensi mengganggu aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi lainnya.

Di sisi lain, munculnya keluhan secara terbuka di media sosial menunjukkan bahwa sebagian pelanggan memilih menyampaikan aspirasi melalui ruang publik karena berharap segera mendapat perhatian dari penyelenggara layanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola PAM mengenai penyebab pasti terganggunya distribusi air, wilayah yang terdampak, maupun target normalisasi layanan.

KilasRiau.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak manajemen PDAM Kuansing terkait gangguan distribusi tersebut, termasuk penyebab air tidak mengalir di sejumlah wilayah, alasan adanya perbedaan distribusi antarwilayah, penyebab air yang diterima sebagian pelanggan dalam kondisi keruh, serta langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan.

Masyarakat berharap pengelola segera memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan distribusi air bersih kembali normal sehingga seluruh pelanggan memperoleh hak pelayanan secara merata, baik dari sisi kontinuitas maupun kualitas air yang diterima.*(ald)






Tulis Komentar