Bupati Herman dan Forkopimda Tanam Mangrove di Sapat

Perkuat Benteng Pesisir Sekaligus Dorong Ekonomi Masyarakat

Kilasriau.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir terus diwujudkan melalui aksi nyata. 

Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE., MT. bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan penanaman mangrove di Parit 18, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri, Selasa (28/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandah, sejumlah kepala perangkat daerah, pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, serta kelompok nelayan setempat.

Usai melakukan penanaman mangrove, Bupati Herman bersama rombongan juga meninjau budidaya dan penangkaran kepiting bakau yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat Kelurahan Sapat. 

Keberadaan hutan mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menjaga habitat alami kepiting bakau dan berbagai biota perairan lainnya sehingga mampu mendukung produktivitas sektor perikanan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herman menegaskan bahwa Indragiri Hilir memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberadaan hutan mangrove sebagai salah satu kekayaan alam yang dimiliki daerah.

"Indragiri Hilir merupakan daerah yang memiliki kawasan mangrove terluas di Provinsi Riau. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya. Mangrove bukan hanya berfungsi melindungi lingkungan dari abrasi dan kerusakan pesisir, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat," ujar Bupati.

Menurutnya, pelestarian mangrove harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan para nelayan, untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan mangrove. Apa yang kita tanam hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi menjadi warisan bagi anak cucu kita. Jika mangrove terjaga, maka ekosistem laut akan tetap lestari, hasil perikanan meningkat, dan ekonomi masyarakat pesisir juga akan semakin kuat," tambahnya.

Bupati Herman juga menilai Kecamatan Kuala Indragiri memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pesisir berbasis konservasi yang mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat. 

Menurutnya, pembangunan di wilayah pesisir harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Diketahui, Kelurahan Sapat memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 22,31 hektare yang menjadi habitat berbagai jenis biota laut sekaligus menopang pengembangan budidaya kepiting bakau dan komoditas perikanan lainnya. 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kawasan tersebut diharapkan terus berkembang sebagai contoh pengelolaan pesisir yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.






Tulis Komentar