Jangan Tunggu Korban Jiwa, Kabel Listrik Menjuntai 1,5 Meter di Permukiman Kuansing, Warga Desak Penanganan Cepat

foto: tangkapan layar video kabel listrik yang menjuntai di dusun karak, desa pulau komang/ist. (doc. kilasriau.com)

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Ancaman keselamatan diduga mengintai warga Dusun Karak, Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Sebuah kabel listrik yang diduga merupakan jaringan induk terlihat menjuntai sangat rendah di tengah kawasan permukiman, dengan ketinggian diperkirakan hanya sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah.

Kondisi tersebut memicu kepanikan warga. Mereka khawatir kabel yang diduga masih bertegangan listrik itu sewaktu-waktu dapat memakan korban, terutama anak-anak yang setiap hari bermain di sekitar lokasi.

Video kondisi kabel tersebut direkam warga dan dikirimkan ke redaksi KilasRiau.com pada Kamis (16/7/2026) sebagai bentuk harapan agar persoalan itu segera mendapat perhatian. Menurut warga, kekhawatiran mereka semakin besar karena hingga kini belum terlihat adanya upaya penanganan, sementara kabel tetap menjuntai membentang dari satu tiang ke tiang lainnya tepat di kawasan hunian.

Dari video yang diterima redaksi, kabel tampak melintang rendah di atas badan jalan dan area permukiman. Meski jenis jaringan dan tingkat tegangannya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang, warga menduga kabel tersebut merupakan jaringan listrik induk.

"Kabel listrik itu masih aktif, ini bukan lagi sekadar mengganggu pemandangan, tetapi sudah menjadi ancaman keselamatan. Anak-anak sering bermain di sini. Kami takut terjadi musibah," ungkap seorang warga.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Apabila kabel tersebut benar merupakan jaringan listrik aktif, sengatan listrik berpotensi mengakibatkan luka berat hingga kematian. Risiko itu dinilai semakin besar mengingat posisi kabel berada di tengah permukiman yang setiap hari dilalui masyarakat.

Selain anak-anak, pengendara sepeda motor, kendaraan pengangkut hasil pertanian, maupun kendaraan bertinggi lebih juga berpotensi terdampak apabila kondisi tersebut terus dibiarkan.

Warga menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Mereka berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan listrik tersebut, mengukur kembali ketinggian kabel sesuai standar keselamatan, dan melakukan perbaikan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar teknis.

"Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah ada korban. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," kata warga lainnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya inspeksi rutin terhadap jaringan kelistrikan, khususnya yang berada di kawasan padat penduduk. Infrastruktur kelistrikan yang tidak memenuhi standar keselamatan berpotensi menjadi sumber bencana apabila tidak segera ditangani.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi PT PLN (Persero) untuk meminta klarifikasi mengenai status kabel tersebut, apakah benar merupakan jaringan listrik induk, bagaimana kondisi teknisnya, serta langkah yang akan diambil untuk menjamin keselamatan warga.

Apabila terbukti bahwa kabel tersebut merupakan jaringan listrik aktif dengan posisi yang tidak memenuhi standar keselamatan, warga berharap penanganan dilakukan sesegera mungkin guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa. Sebab, bagi masyarakat Dusun Karak, persoalan ini bukan lagi sekadar kabel yang menjuntai, melainkan ancaman nyata yang setiap hari berada di depan mata.*(ald)






Tulis Komentar