Astaka Utama MTQ Riau ke-44 Diserbu Warga, Teluk Kuantan Berubah Jadi Pusat Wisata Religi dan Swafoto

foto: istimewa (doc. Kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau, suasana Kota Teluk Kuantan semakin semarak. Astaka Utama MTQ yang berdiri megah di pusat kegiatan kini menjadi magnet baru bagi masyarakat. Setiap malam, kawasan arena dipadati pengunjung yang datang untuk melihat langsung kemegahan bangunan, menikmati suasana kota yang telah dipercantik, hingga mengabadikan momen bersama keluarga dan sahabat.

https://youtube.com/shorts/VCDW0_EyShY?si=YmNNi2aPs14yZ5GF

Pantauan di lapangan pada Rabu malam (24/6/2026), arus masyarakat yang datang ke kawasan Astaka Utama terus mengalir sejak usai salat Magrib hingga larut malam. Warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi bahkan dari daerah tetangga tampak memadati lokasi. Banyak di antara mereka yang sengaja datang untuk melihat secara langsung perkembangan persiapan MTQ yang tinggal menghitung hari.

Pemandangan berbeda terlihat di sekitar arena utama. Jika sebelumnya kawasan tersebut hanya menjadi pusat aktivitas harian masyarakat, kini berubah menjadi salah satu titik keramaian baru. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat menikmati suasana malam yang dipenuhi gemerlap lampu dan dekorasi bernuansa Islami.

Astaka Utama yang sebelumnya sempat menjadi bahan perbincangan dan diragukan dapat selesai tepat waktu, kini justru menjelma menjadi ikon baru Kota Teluk Kuantan. Kemegahan bangunan yang berdiri kokoh di tengah arena menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan persiapan terus berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Menurutnya, setiap tim bekerja berdasarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu.

"Pekerjaan terus berjalan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing tim," tegas Suhardiman Amby saat melakukan peninjauan di kawasan arena MTQ didampingi Ketua KONI Kuansing, Andi Cahyadi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai keraguan yang sempat muncul di tengah masyarakat terkait kesiapan Kuansing menjadi tuan rumah perhelatan akbar keagamaan tersebut. Kini, hasil kerja yang terlihat di lapangan mulai mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

Salah seorang pengunjung, Defi (46), warga Baserah, mengaku sengaja datang bersama sahabatnya, Rani (42), untuk melihat langsung perkembangan arena MTQ. Keduanya tampak beberapa kali berfoto dengan latar belakang Astaka Utama yang dihiasi lampu warna-warni.

Menurut Subaidah, perubahan yang terjadi di Kota Teluk Kuantan dalam beberapa bulan terakhir sangat luar biasa dan di luar perkiraannya.

"Perubahan wajah Kota Teluk Kuantan saat ini luar biasa. Dulu kami sempat khawatir. Kami berdoa semoga MTQ ini berlangsung aman dan lancar," ujarnya.

https://youtube.com/shorts/VCDW0_EyShY?si=YmNNi2aPs14yZ5GF

Ungkapan serupa juga datang dari Hardi, warga Lubuk Jambi. Ia mengaku bangga melihat perkembangan yang terjadi di ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.

Menurutnya, suasana Kota Teluk Kuantan saat ini terlihat jauh lebih hidup, bersih, dan tertata. Berbagai fasilitas yang dibangun untuk mendukung pelaksanaan MTQ juga diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Saya bangga melihat perubahan Teluk Kuantan seperti sekarang ini. Semoga kemajuan seperti ini terus berlanjut dan bisa dirasakan seluruh masyarakat," katanya.

Dari pantauan di lokasi, hampir seluruh sudut kawasan arena MTQ telah dipercantik dengan berbagai ornamen dan dekorasi bernuansa Islami. Lampu-lampu hias dipasang di sepanjang jalan menuju arena utama, menciptakan suasana yang indah saat malam hari.

Tidak hanya Astaka Utama yang menjadi pusat perhatian. Deretan ruko yang berada di sekitar kawasan juga ikut dipercantik dengan pemasangan lampu dekoratif dan berbagai elemen ornamen pendukung. Bahkan, di atas sejumlah bangunan ruko tampak berdiri belasan kubah yang menjadi simbol identitas keislaman sekaligus memperkuat nuansa religius dalam pelaksanaan MTQ tahun ini.

Gemerlap cahaya dari lampu-lampu tersebut menjadikan kawasan arena MTQ layaknya pusat wisata malam baru di Teluk Kuantan. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk berjalan santai, berfoto, hingga menikmati suasana bersama keluarga.

Bagi sebagian masyarakat, MTQ kali ini bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an atau ajang mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini telah menjadi momentum kebangkitan daerah sekaligus sarana mempercantik wajah kota.

Ria, salah seorang warga yang turut menikmati suasana malam di sekitar arena MTQ, mengaku kagum dengan perubahan yang terjadi.
"Kami bangga memiliki bupati yang visioner dan bekerja nyata," ujarnya singkat.

Antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari hari ke hari menjadi sinyal positif bagi suksesnya penyelenggaraan MTQ Riau ke-44. Kehadiran warga yang berbondong-bondong datang ke arena menunjukkan bahwa perhelatan ini tidak hanya menjadi milik pemerintah atau panitia, tetapi juga telah menjadi kebanggaan bersama masyarakat Kuantan Singingi.

Dengan waktu pembukaan yang tinggal beberapa hari lagi, seluruh elemen yang terlibat terus bekerja menyempurnakan berbagai persiapan. Astaka Utama yang kini berdiri megah menjadi simbol kesiapan daerah, sekaligus jawaban atas berbagai keraguan yang sempat muncul sebelumnya.

https://youtube.com/shorts/VCDW0_EyShY?si=YmNNi2aPs14yZ5GF

Kini, Teluk Kuantan tidak hanya bersiap menyambut kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Riau, tetapi juga tengah menunjukkan kepada publik bahwa Kuantan Singingi mampu menjadi tuan rumah yang baik, menghadirkan perhelatan yang meriah, religius, dan membanggakan.

https://youtube.com/shorts/VCDW0_EyShY?si=YmNNi2aPs14yZ5GF

MTQ Riau ke-44 pun diproyeksikan tidak hanya meninggalkan prestasi dalam bidang syiar Islam, tetapi juga warisan pembangunan, keindahan kota, serta kebanggaan kolektif masyarakat yang akan dikenang dalam waktu yang lama.*(ald)






Tulis Komentar