Syiar Al-Qur'an Menggema dari Negeri Jalur, Kuansing Mantapkan Persiapan MTQ XLIV Riau 2026

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Kabupaten Kuantan Singingi kembali bersiap mencatatkan sejarah penting sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Perhelatan akbar yang akan mempertemukan ribuan kafilah, official, dewan hakim, serta tamu undangan dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau itu dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juni hingga 3 Juli 2026. Rabu (17/6/2026).

Bagi masyarakat Kuantan Singingi, MTQ bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ia adalah momentum untuk memperlihatkan wajah daerah yang religius, ramah, dan kaya akan budaya Melayu yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam.

Berdasarkan undangan resmi panitia penyelenggara yang ditandatangani oleh Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, rangkaian pembukaan MTQ akan diawali dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Pada Sabtu, 27 Juni 2026, pelepasan Pawai Ta'aruf dijadwalkan berlangsung pukul 08.30 WIB di kawasan Masjid Mekah, Jalan Ahmad Yani, Teluk Kuantan. Ribuan peserta dari seluruh kabupaten/kota diperkirakan akan memadati pusat kota dengan menampilkan beragam corak budaya daerah masing-masing.

Masih pada hari yang sama, pukul 11.00 WIB, panitia akan membuka stand bazar MTQ yang dipusatkan di kawasan Astaka Utama MTQ XLIV Provinsi Riau. Bazar tersebut menjadi wadah promosi produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil usaha mikro masyarakat.

Sementara itu, suasana semakin semarak pada siang harinya melalui Pawai Perahu Hias yang akan dilepas dari Tepian Narosa pada pukul 13.30 WIB. Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan nuansa religius dengan kekayaan tradisi masyarakat Kuantan Singingi yang lekat dengan kehidupan Sungai Kuantan.

Puncak pembukaan MTQ dijadwalkan berlangsung pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, di Astaka Utama MTQ XLIV Provinsi Riau.

Pelaksanaan MTQ tahun ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan di Riau. Sebanyak 816 peserta dari seluruh kabupaten/kota telah ditetapkan untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus mematangkan berbagai persiapan. Mulai dari pembangunan astaka utama, penyiapan venue perlombaan, akomodasi kafilah, hingga pengaturan lalu lintas dan keamanan.

Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Riau guna memastikan seluruh kebutuhan pendukung dapat terpenuhi tepat waktu. Infrastruktur jalan menuju Kuantan Singingi menjadi salah satu perhatian utama mengingat tingginya mobilitas peserta dan tamu selama pelaksanaan MTQ.

Di sisi lain, pembangunan stand bazar dari berbagai kabupaten/kota di Riau juga mulai dikebut menjelang pelaksanaan kegiatan. Persiapan tersebut menjadi indikator bahwa seluruh daerah peserta serius menyambut MTQ di Negeri Jalur.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, semangat gotong royong juga terlihat di berbagai sudut Kota Teluk Kuantan. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengerahkan aparatur sipil negara untuk membersihkan kawasan Tepian Narosa dan titik-titik strategis lainnya sebagai bentuk kesiapan menyambut tamu dari seluruh penjuru Riau.

Ketua DPRD Kuantan Singingi, Juprizal, bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQ tersebut.

Menurutnya, keberhasilan MTQ bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat.

"Ini momentum besar yang harus kita sukseskan bersama," demikian ajakan yang disampaikannya kepada masyarakat Kuansing.

Lebih dari sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an, MTQ merupakan ruang pembinaan generasi Qur'ani. Dari ajang ini lahir qari dan qariah terbaik yang akan membawa nama Riau pada tingkat nasional bahkan internasional.

Namun, dampaknya tidak berhenti pada aspek keagamaan. Kehadiran ribuan orang selama pelaksanaan MTQ diyakini akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hotel, rumah penginapan, pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga sektor jasa diperkirakan akan merasakan manfaat ekonomi dari perhelatan tersebut.

Bagi Kuantan Singingi, menjadi tuan rumah MTQ XLIV adalah kehormatan sekaligus ujian. Kehormatan karena dipercaya mengemban amanah besar sebagai pusat syiar Islam di Provinsi Riau. Ujian karena seluruh mata akan tertuju pada sejauh mana daerah ini mampu menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi dengan baik.

Dari tepian Sungai Kuantan, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an akan kembali menggema. Di bawah cahaya Astaka Utama, semangat persaudaraan dan persatuan masyarakat Riau akan dipertemukan dalam bingkai keimanan.

MTQ XLIV Provinsi Riau bukan sekadar perlombaan. Ia adalah perayaan nilai, penguatan identitas Melayu-Islam, serta ikhtiar bersama untuk meneguhkan Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan.

Kini, hitungan hari menuju pembukaan terus berjalan. Kuantan Singingi telah bersiap.

Dan ketika malam pembukaan tiba, sejarah itu akan ditulis dari Teluk Kuantan—bahwa Negeri Jalur pernah menjadi rumah bagi syiar Al-Qur'an yang menyatukan seluruh Riau.*(ald)






Tulis Komentar