Dari Tepian Batang Kuantan ke Koridor Keadilan: Priandi Firdaus Bahar Menjemput Amanah Baru di Kejati Kepri
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Ada kabar yang datang seperti embun pagi di tepian Batang Kuantan. Ia tidak gaduh, tidak pula berisik. Namun, kehadirannya membawa rasa bangga yang mengalir perlahan ke setiap sudut kampung, menyusuri jalan-jalan kenangan, hingga singgah di hati masyarakat Kuantan Singingi. Jumat (5/6/2026).
Kabar itu bernama keberhasilan. Dan keberhasilan itu hari ini melekat pada sosok Priandi Firdaus Bahar, putra daerah yang kembali menorehkan jejak pengabdian di Korps Adhyaksa. Terhitung sejak 4 Juni 2026, Priandi resmi dilantik dan dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) pada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau setelah sebelumnya menjabat Kepala Seksi Intelijen di Kejaksaan Negeri Batam.
Bagi sebagian orang, promosi jabatan mungkin hanya deretan kalimat dalam surat keputusan. Namun bagi masyarakat Kuansing, ini adalah kisah panjang tentang seorang anak kampung yang memilih berjalan di jalan sunyi pengabdian.
Dari tanah yang kaya adat dan budaya, dari negeri yang saban tahun menggema oleh dentuman Pacu Jalur, Priandi tumbuh membawa mimpi yang sederhana: menjadi manusia yang berguna bagi sesama.
Lahir di Teluk Kuantan pada 13 Februari 1988, Priandi merupakan putra dari Haji Firdaus Bahar, sosok yang dikenal luas dalam perjalanan birokrasi Kabupaten Kuantan Singingi. Namun sejarah keluarga tidak pernah cukup untuk mengantarkan seseorang menuju puncak pengabdian. Jalan itu harus ditempuh dengan kerja keras, kedisiplinan, dan kesediaan untuk terus belajar.
Di balik toga hukum yang dikenakannya, terdapat cerita tentang malam-malam panjang yang dihabiskan untuk membaca, memahami, dan mendalami ilmu. Ketika sebagian orang merasa cukup dengan capaian karier, Priandi justru memilih melanjutkan perjalanan akademiknya. Saat ini ia tercatat sebagai kandidat doktor pada Universitas Islam Sultan Agung, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan pengabdian adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan.
Dalam dunia hukum, jabatan Kasidik bukanlah kursi yang ringan. Di sana ada tanggung jawab besar, ada kepercayaan negara, ada harapan masyarakat yang menanti keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Di sana pula diperlukan keberanian untuk berdiri tegak ketika kepentingan mencoba menggoyahkan kebenaran.
Namun seperti pohon yang semakin tinggi semakin menunduk, Priandi justru menunjukkan kerendahan hati. Di tengah kebahagiaan atas amanah baru yang diterimanya, ia tidak lupa menoleh ke kampung halaman.
Ke tanah tempat ia belajar berjalan.
Ke negeri tempat ia mengenal arti perjuangan.
Ke masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kuantan Singingi atas amanah dan promosi jabatan ini. Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan institusi," ungkapnya.
Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Sebab pada akhirnya, jabatan bukanlah tentang kebesaran nama, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Promosi Priandi menjadi Kasidik Kejati Kepri juga menjadi penanda bahwa anak-anak daerah memiliki ruang yang sama untuk bersinar. Bahwa dari tepian sungai di Kuantan Singingi, seseorang dapat melangkah hingga ke panggung-panggung penting penegakan hukum negeri ini.
Kisah Priandi adalah bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas geografis.
Bahwa jarak antara kampung dan kesuksesan dapat ditempuh oleh ketekunan.
Bahwa pendidikan, integritas, dan kerja keras tetap menjadi kendaraan terbaik menuju masa depan.
Hari ini, masyarakat Kuansing kembali memiliki alasan untuk berbangga. Sebab seorang putra daerah sedang melanjutkan langkahnya, membawa nama kampung halaman ke ruang-ruang pengabdian yang lebih luas.
Dan seperti aliran Batang Kuantan yang tak pernah berhenti menuju muara, semoga langkah pengabdian Priandi Firdaus Bahar terus mengalir, menebarkan manfaat, menegakkan keadilan, serta mengharumkan nama Kuantan Singingi di manapun amanah itu diberikan.*(ald)

Tulis Komentar