Empat Pendidik Dilepas dengan Haru, SDN 007 Koto Taluk Abadikan Momen Perpisahan Penuh Makna
KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) – Suasana haru menyelimuti keluarga besar SDN 007 Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, saat menggelar momen perpisahan dengan empat orang pendidik yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan di sekolah tersebut, Jum’at (17/4/2026).

Perpisahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi, pengabdian, dan jejak keteladanan yang telah mereka torehkan selama bertahun-tahun. Meski salah satu pendidik, Bu Ashanim, tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota, kehangatan dan rasa kebersamaan tetap terasa utuh dalam balutan kenangan dan doa.
Kepala SDN 007 Koto Taluk, Nurpidayati, S.Ag., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendidik yang dilepas. Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebatas mengajar di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.
“Perpisahan ini adalah momen yang penuh rasa. Ada haru, ada bangga, dan ada doa. Kami melepas ibu-ibu guru yang telah purna bakti dengan penuh penghormatan. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan dibalas dengan kesehatan serta kebahagiaan di masa mendatang,” ujarnya.
Dua sosok pendidik, Bu Yulianti dan Bu Ashanim, resmi memasuki masa purna bakti. Keduanya dikenal sebagai figur yang disiplin, penuh kasih, dan memiliki dedikasi tinggi dalam mendidik siswa. Jejak pengabdian mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah SDN 007 Koto Taluk.
Sementara itu, dua pendidik lainnya, Bu Miska Hidayati dan Pak Doddy Erfandy, akan melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru. Perpindahan ini menjadi langkah baru dalam perjalanan karier mereka, yang diharapkan membawa pengalaman dan kontribusi yang lebih luas di dunia pendidikan.
Salah satu guru, Irza Silvani, turut menyampaikan kesan mendalam atas perpisahan tersebut. Ia mengaku momen ini menjadi pengingat akan kuatnya ikatan emosional yang terbangun di lingkungan sekolah.

“Ini bukan sekadar perpisahan, tetapi bagian dari perjalanan panjang kebersamaan. Banyak kenangan, ilmu, dan nilai yang telah kami terima dari beliau-beliau. Kami merasa kehilangan, namun juga bangga karena pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sosok para pendidik yang dilepas akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi rekan sejawat maupun peserta didik.
Kegiatan perpisahan tersebut diisi dengan suasana kekeluargaan, saling berbagi kenangan, serta doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Tawa dan haru berpadu, menjadi saksi bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar profesional, melainkan juga emosional dan penuh makna.

Perpisahan ini menjadi bukti bahwa setiap pengabdian akan selalu meninggalkan jejak. Meski langkah kini berpisah arah, namun nilai-nilai yang telah ditanamkan akan terus hidup, tumbuh, dan menjadi cahaya bagi generasi yang akan datang.*(ald)

Tulis Komentar