Bupati Inhil Dorong Kelestarisn Bahasa Melayu Sebagai Warisan Budaya
Kilasriau.com - Berdasarkan data Badan Bahasa, Indonesia mengalami penurunan jumlah bahasa daerah setiap tahun akibat minimnya penerus.
Karena itu, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, menyatakan komitmen Pemerintah Daerah untuk menjaga kelestarian Bahasa Melayu Riau agar tak terkikis zaman.
Antisipasi penurunan tersebut, pemerintah daerah bersama Balai Bahasa Provinsi Riau menggelar Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tahun 2026.
- DPD IMM Riau Sambangi Plt. Gubernur, Sampaikan Kajian Kritis Selamatkan Riau
- Cegah Kemacetan Jam Sekolah, Polsek Peranap Bersama PT ERA Gercep Timbun Berem Jalan di SDN 013
- Bupati H. Herman; Subuh Keliling Jadi Sarana Pemkab Inhil Jalin Silahturahmi Kepada Masyarakat
- Apresiasi Langkah Kejaksaan, PW MOI INHIL: Jaga Marwah Korps Adhyaksa
- Bupati Inhil jadi Narasumber Forum Rehabilitasi Mangrove, Harapkan Ekosistem Pulih, Ekonomi Masyarakat Pesisir Meningkat
Bimtek ini diharap Bupati menjadi langkah pertumbuhan pemahaman serta keterampilan dalam mengajarkan Bahasa Melayu secara menarik, inovatif dan kontekstual kepada peserta didik.
“Kami meyakini bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah sejak dini. Dengan demikian, keterlibatan Kepala Sekolah dan Guru sangat penting, bukan hanya sebagai peserta Bimtek, melainkan Agen Perubahan di lingkungan masing-masing untuk melestarikan Bahasa Melayu sebagai identitas daerah kita,” harap Bupati Inhil Herman, saat membuka resmi Bimtek Guru Utama RBD yang berlangsung Selasa (7/4) pagi di Hotel Inhil Pratama Tembilahan.
Bupati menyadari, sebagai jati diri bangsa, bahasa mencerminkan nilai, adat istiadat dan cara pandang hidup masyarakat melayu. Pelestariannya berarti menjaga warisan untuk generasi bangsa, agar tak kehilangan akar budaya di tengah arus globalisasi.
“Bahasa Melayu juga menjadi fondasi pembentuk karakter generasi muda. Melalui Bahasa Melayu, nilai-nilai sopan santun, etika dan norma sosial diajarkan secara alami dalam menciptakan insan berbudaya dan berakhlak mulia,” lanjut Bupati Inhil.
Pentingnya menjaga kelestarian bahasa daerah juga disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umi Kulsum, ia mengungkapkan fakta bahwa kepunahan bahasa daerah di Indonesia semakin kritis.
“Dari 700 bahasa, 11 di antaranya sudah punah, terutama di Papua dan Maluku. Penyebab utamanya adalah kurangnya pewarisan bahasa ke generasi muda, dominasi asing, dan anggapan bahwa bahasa daerah ketinggalan zaman,” tutur Umi Kulsum.
Oleh sebab itu, Balai Bahasa Provinsi Riau menggalakkan Bimtek RBD dengan menghadirkan narasumber sejumlah Maestro Budaya dan Bahasa, dengan harapan peserta dapat menguasai tentang Penulisan Aksara Arab Melayu, Mendongeng, Pidato, Tembang Tradisi, Membuat Cerpen, serta Membuat dan Membaca Puisi.

Tulis Komentar