Menitip Masa Depan Budaya pada Generasi Belia Kuansing

foto: istimewa/zii.pick (doc. Kilasriau.com)

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Pagi yang teduh di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuantan Singingi, Kamis (08/01/2026), menjadi saksi dimulainya sebuah ikhtiar kecil namun sarat makna: Pemilihan Bujang Dara Kecik Kuansing Tahun 2026. Di ruang yang kerap menjadi tempat musyawarah dan keputusan, harapan-harapan kecil tentang masa depan budaya Kuansing mulai dititipkan pada generasi belia.

Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar, yang hadir mewakili Bupati Kuantan Singingi. Di sekelilingnya, hadir para pemangku kebijakan dan undangan, menyatukan niat dalam satu panggung pembinaan generasi.

Tampak hadir Ibu Wakil Bupati Kuantan Singingi, Hj. Sitti Rahmawati Mukhlisin, Sekretaris Dinas Pendidikan Kuansing, Zulmaswan, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Eny Kuswati, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., Putri Otonomi Kuansing 2025, Viola Ardelia, peserta dari berbagai sekolah SLTA dan SLTP di Kuantan Singingi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Drs. Azhar menegaskan bahwa Pemilihan Bujang Dara Kecik bukan sekadar ajang mencari siapa yang terbaik di atas panggung, melainkan proses menanam nilai, etika, dan kecintaan terhadap jati diri daerah sejak usia dini.

“Anak-anak ini adalah cermin masa depan Kuansing. Dari merekalah kelak lahir generasi yang berani, santun, dan bangga pada budayanya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan budaya.

Sementara itu, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., memandang kegiatan ini sebagai ruang belajar yang penting bagi anak-anak untuk mengenal keberanian, kepercayaan diri, dan seni tampil di hadapan publik.

“Di sinilah anak-anak belajar berdiri, berbicara, dan bermimpi. Mereka tidak hanya dilatih untuk tampil, tetapi juga untuk memahami siapa diri mereka dan dari mana mereka berasal,” ungkapnya.

Pemilihan Bujang Dara Kecik Kuansing 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia adalah jembatan antara tradisi dan masa depan, tempat nilai-nilai lokal dititipkan agar tetap hidup dalam langkah generasi penerus.

Pagi itu, di bawah atap pendopo yang sarat sejarah, gemuruh tepuk tangan bukan hanya menandai dimulainya sebuah kegiatan, tetapi juga mengiringi lahirnya harapan—bahwa dari langkah-langkah kecil inilah, Kuansing menulis masa depannya sendiri.*(ald)






Tulis Komentar