Bea Cukai Peduli Dukung Pemulihan Korban Banjir Aceh Timur
Kilasriau.com, Aceh Timur — Bea Cukai melalui program Bea Cukai Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak musibah banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 di wilayah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada Minggu (4/1/2026) sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemulihan pascabencana.
Bantuan disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, Bier Budy Kismulyanto, yang didampingi oleh jajaran Bea Cukai Langsa dan Bea Cukai Lhokseumawe.
- Satlantas Polres Inhil Turun ke Jalan, 500 Masker N95 Dibagikan Sambil Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
- Musim Kemarau dan Ancaman Bahaya Karhutla, Siswa Serdik Sespimen Polri Berikan Bantuan Air Bersih Hingga Tanam Pohon
- Plh. Bupati Inhil Yuliantini Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Pulau Burung
- Ditengah Kabut Asap, KKN Kelompok 143 UMRI dan Pemerintah Desa Buluh Rampai Bagikan Masker Bersamaan dengan Penyaluran Beras
- Respon Cepat Karhutla, PC IMM Kuansing dan BEM UNIKS Bagikan Masker untuk Warga Teluk Kuantan
Kehadiran langsung jajaran Bea Cukai di lokasi terdampak menjadi wujud nyata empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang masih berupaya bangkit pascabencana.
Musibah banjir besar yang melanda wilayah Peureulak menyebabkan dampak signifikan terhadap kehidupan warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan untuk memulai kembali aktivitas dan kehidupan sehari-hari yang sempat terhenti.
Melalui tim Relawan Bea Cukai Peduli, bantuan berupa kebutuhan pokok dan bahan makanan disalurkan secara langsung kepada warga desa terdampak. Penyaluran dilakukan dengan pendekatan humanis agar bantuan dapat diterima secara tepat dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Bier Budy Kismulyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bea Cukai terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan masyarakat terdampak bencana.
“Dukungan pascabencana sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali bangkit dan memulai kehidupan sehari-hari secara bertahap. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta menjadi penguat semangat bagi masyarakat Peureulak dalam proses pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Tulis Komentar